
SENTANI, PapuaSatu.com – Polemik antara ojek online dan ojek konvensional yang terjadi di berbagai daerah, juga terjadi di wilayah Kabupaten Jayapura.
Di mana sopir taksi konvensional yang sering merasa tersaingi oleh hadirnya taksi online yang lebih murah dan mudah diakses.
Ditanya keberadaan ojek atau taksi online tersebut, Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., mengatakan bahwa seyogyanya kedua belah pihak dapat bekerja sama dan pemerintah dapat memberikan regulasi (peraturan) yang adil untuk menjaga keseimbangan agar tidak terjadi perdebatan.
“Saya bersama pak wakil bupati sudah membahas masalah yang terjadi di bandara, di mana ada masalah antara (sopir) taksi konvensional dengan taksi online. Hal ini sudah berjalan akan tetapi kita sadari semua ini sudah menggunakan sistem digital dan ini tidak bisa dibatasi dengan mengikuti perkembangan kemajuan teknologi,” ujarnya saat ditemui wartawan di Sentani, Senin (02/06/2025).
Dijelaskan, bahwa pemerintah hanya perlu mengatur saja, di mana titik lokasi yang boleh untuk taksi online.
Salah satu contoh di Bandara Sentani terdapat sopir taksi konvensional yang ada di terminal atau parkir di dalam dan sopir taksi online berada di luar area parkir bandara.
Kita berusaha untuk hindari agar tidak terjadi konflik, bagaimana bisa mengatur agar taksi online tidak lagi parkir di pinggir trotoar.
“Baginya keberadaan teknologi atau sistem digital tidak mungkin dilarang, yang harus kita lakukan bagaimana taksi online tidak lagi ada parkir di trotoar jalan, tetapi harus ada tempat parkirnya sendiri,” terangnya.
Kita tidak bisa menghindari sistem digital yang hari ini berkembang dari hadirnya taksi atau ojek online sebagai bentuk kemajuan teknologi saat ini.[yat]










