
Caption Foto : Bupati Tolikara, Usman G Wanimbo didamping Wakil Bupati Dinus Wanimbo dan Kepala Suku Tolikara, saat memberikan keterangan pers, pada Rabu (15/11/2017) tadi malam. (Arie Bagus/PapuaSatu.com)
KARUBAGA, PapuaSatu.com – Pemerintah daerah kabupaten Tolikara menyerahkan sepenuhnya kepada aparat TNI/Polri untuk membuka pemalangan jalan trans Wamena-Tolikara yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat pendukung mantan calon bupati Tolikara Jhon Tabo. pembukaan rencana dilakukan pada siang ini, Kamis (16/11/2017).
Bupati Tolikara Usman G Wanimbo menegaskan, Pemda setempat bersama TNI/Polri dan tokoh masyarakat telah melakukan koordinasi dan negosiasi agar pemalangan jalan segera dibuka oleh masyarakat setempat.
” kami sudah melakukan koordinasi dan hasil 50 persen sudah menerima sehingga kami harapkan mereka dengan kesadaran sendiri untuk membuka palang. Namun apabila tidak mau maka saya serahkan sepenuhnya kepada aparat TNI-Polri membuka palang tersebut sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku” tegas Bupati Tolikara Usman G Wanimbo, Rabu (15/11/2017) tadi malam.
Usman menandaskan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pimpinan baik itu, Gubernur, Kapolda, Pangdam, Kapolres dan Dandim untuk meminta petunjuk agar jalan trans Wamena-Tolikara bisa segera dibuka oleh aparat TNI/Polri.
Pasalnya, aksi pemalangan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat tersebut mengakibatkan pelayanan pemerintah baik itu kabupaten Tolikara, kabupaten Puncak Jaya lumpuh Total, termasuk aktifitas masyarakat.
Sebelummnya, lanjut Usman, masyarakat yang melakukan pemalangan meminta kepada Pemerintah Daerah dan pihak kepolisian untuk menangguhkan penahanan kepada 11 warga Tolikara yang ditahan di Polda Metro Jaya, Jakarta atas kasus pengrusakan Kantor Departemen Dalam Negeri beberapa pecan lalu.
Permintaan itu telah dikabulkan oleh Polda Papua dengan menangguhkan 7 dari 11 orang yang sudah ditahan. Namun masyarakat masih bersikeras untuk tetap tidak membuka palang jalan trans Wamena-Tolikara tanpa ada alasan yang jelas.
Untuk itu, meminta kepada masyarakat agar segera membuka jalan Trans Wamena-Tolikara sebelum aparat TNI/Polri membuka paksa. “ kami tidak mau ada korban, kami pemerintah sudah terlalu sabar menyikapi hal ini dengan cara melakukan pendekatan dan upaya rekonsiliasi namun saja menerima,” pungkasnya. (abe/loy)










