59 Anggota Baru ELIMA Siap Jadi Kader Emas untuk Papua dan Jayawijaya

0
1120
Caption: Terlihat anggota baru saat sedang menerima materi Seminar Sehari di aula Museum Expo Waena Jumat, (9/11/2020).
Caption: Terlihat anggota baru saat sedang menerima materi Seminar Sehari di aula Museum Expo Waena Jumat, (9/11/2020).

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Ikatan keluarga besar pemuda pelajar mahasiswa Elagaima Ibele Muliama (IKB-PPM ELIMA) di kota studi Jayapura menggelar penerimaan anggota baru tahun angkatan 2020/2021 di Museum Expo Waena Jumat (09/10/2020) dan Sabtu (10/10/2020).

Ketua umum Elima Alexander Lengka, mengatakan,  jumlah penerimaan anggota baru Elima tahun ini sebanyak 59 orang yang terdiri dari pemuda, pelajar, dan mahasiswa yang berasal dari kabupaten Jayawijaya Papua.

Menurutnya, penerimaan tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dari segi jumlah anggota baru, karena dari 59 orang yang terdiri dari pelajar,  mahasiswa, dan beberapa pemuda Jayawijaya.  “Hal ini yang menjadi pembeda dengan anggota penerimaan pada tahun sebelumnya,” ujar Alexander Lengka kepada PapuaSatu.com.

Dengan itu, Alex menyampaikan ucapan terimakasih kepada donatur yang turut memberi dukungan dalam pelaksanaan penirimaan anggota baru Elima tahun 2020.

“Semoga kedepan senior, pendiri dan pemerintah daerah yang telah memberi dukungan itu kami badan pengurus berharap agar kami tetap jalan sama-sama demi masa depan Elima serta Jayawijaya kedepan yang lebih baik,” harapnya.

Sementara itu Senius P Hilapok S.pdk sebagai pendiri Elima yang berhasil menduduki di DPRD pemerintah daerah kabupaten Jayawijaya mengatakan bahwa pentingnya Wadah Elima bagi Mahasiwa yang berstudy di kota Jayapura.

Selaku pendiri Elima di kota study Jayapura, menyampaikan bahwa kondisi provinsi Papua saat ini tidak nyaman terkait situasi Covid-19, Otsus jilid II dan masa sosial lainnya, sehingga tingkat keamanan di Papua semakin meningkat dan ini belum ketahui maksud, tujuan, dan target-target khusus oleh pemerintah pusat untuk Papua.

“Jadi adik-adik yang baru datang disini harus fokus pada tujuan utama yaitu pendidikan. Maka harus punya target khusus untuk menyelesaikan study di Jayapura dan jangan menyalahgunakan hasil keringat orang tua. Apa lagi dengan situasi Papua yang kurang nyaman ini perlu menjaga diri sendiri dan teman di sekitar lingkungan, “ jelas Senius.

Untuk itu, Senius mengimbau bahwa di situasi Papua belakangan ini semakin memanas, maka anggota baru yang terlibat di Elima, pahami baik-baik terkait tujuan utama wadah ini dibangun

“Karena Elima ini dibangun untuk merubah pola pikir anggota Elima dari perilaku yang kurang baik menjadi anak Elima yang berwibawa dan bermartabat di muka publik. Apa lagi kedepan Otsus jilid II ini berhasil maka, ada beberapa distrik dari kabupaten Jayawijaya yang akan wilayah naungannya Elima itu pasti menjadi sasaran utama saat terjadi pergeseran kabupaten Jayawijaya. Dan juga akan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) dari kader-kader Elima,” ajaknya.

Kegiatan penerimaan anggota Elima yang berlangsung selama dua hari itu dapat direspon baik dari pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Nikius Bugiangge anggota DPRP dan dari sala satu anggota Majelis Rakyat Papua MRP Helena Hubi menyampaikan dukungan pemerintah kepada Ikatan Elima yang menjadi wadanya kader pemimpin Papua.

“Kami pemerintah Provinsi mendukung penuh terhadap kegiatan positif seperti ini, karena kepanjangan tangan dari pemerintah adalah masyarakat kita juga, kami berangkat dari masyarakat, kami berangkat dari ikatan, kami berangkat dari organisasi nya oleh karena itu kami mendukung  kegiatan seperti ini merupakan dasar-dasar kepemimpinan ade-ade di masa depan, untuk membangun dirinya sendiri, membangun keluarganya, dan membangun  negerinya sediri,” ujar Nikius.

Helena Huby sebagai anggota MRP Pokja Agama juga menuturkan apa yang menjadi prioritas utama dalam berorganisasi sebagai wadah kepemimpinan dasar bagi generasi muda Papua.

“Saya berharap demi kebaikan Jayawijaya untuk menjaga nama baik serta memeperbaiki hal-hal dalam pembangunan dan kepemimpinan itu adalah putra putri Jayawijaya sendiri bukan orang lain. Kemudian besok itu akan pergeseran kabupaten ke distrik Muliama maka belajar berorganisasi itu modal untuk mereka memimpin di negerinya sendiri. Dan jangan melipukan jati diri orang Papua yang terkandung dalam nilai-nilai seni budaya yang di miliki dari masing-masing wilayah ada di Papua. Karena dari situ lah orang luar dapat mengetahui orang Papua itu yang sebenarnya,” tutur Helena Huby.

Kegiatan penerimaan anggota elima baru itu dilakukan selama dua hari, pada hari pertama diisi dengan penerimaan dan seminar sehari di Miseum Expo Waena pada Jumat, 9/11/2020, dan hari keduanya diisi dengan perkenalan nama serta penyerahan anggota baru dari panitia penerimaan kepada badang pengurus Elima di pantai Holtekamp Sabtu, (10/11/2020). [miki]