
MULIA, PapuaSatu.com – Pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di kabupaten Puncak Jaya khususnya di beberapa TPS pelaksanaan berlangsung kondusif.
Demikian Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda usai turun di beberapan titi pusat pemungutan Suara sistem Noken di Kota Mulia, kabupaten Puncak Jaya, yang didampingi langsung, Wakil Ketua II Mendi Wonerengga, Pamwatwil Polda Papua Kombes Pol M.H. Ritonga, Wakil Bupati Deinas Geley dan Wakapolres Puncak Jaya Kompol A.L Tampubolon beserta Muspida kabupaten Puncak Jaya, Rabu (27/6/2018) pagi pukul 09.00 Wit.
Bupati Yuni mengatakan di kabupaten Puncak Jaya tidak melaksanakan pemungutan suara per TPS seperti TPS Nasional. “Pemilihan kita sesuai putusan MK, khususnya di wilayah kabupaten Puncak Jaya sehingga mekanisme pelemparan suara atau dari perwakilan masyarakat masih berlaku,” katanya.
Namun ia menjelaskan, dari hasil pengamatan yang dilakukan beberapa titik ada pemilihan kesepakatan melalui bersama. Namun secara garis besar komitmen dan kesepakatan masyarakat tidak ada tarik menarik karena dianggap kesepakatan yang dilakukan dianggap sah.
“Kami bersyukur kepada Tuhan bahwa pelaksanaan Pilgub Papua berlangsung aman dan damai. Memang kita tahu bahwa di Puncak Jaya ini adalah tempat tidak aman, namun semuanya sudah ditepis karena di Puncak Jaya merupakan daerah yang sudah diberkati poleh Tuhan sehingga situasi bisa berjalan aman dan kondusif, papar Yuni.
Di kesempatan yang sama, Pamwatwil Polda Papua wilayah Puncak Jaya, Kombes Mulia Ritonga mengatakan 13 titik yang disepakati dan 3 Titik melalui udara berlangsung aman. “Semoga pelaksanaan sampai selesai di distrik semua dalam keadaan aman. Bahkan dari PPD dibawa sampai ke KPU tdk ada permasalahan,” jelasnya.
Selaku legislatif, Wakil Ketua II DPRD Puncak Jaya, Mendi Wonerengga menambahkan bahwa paling lambat hari Jumat sampai Sabtu besok surat suara sudah harus sampai ke KPU Provinsi. “Ya, malam ini dan besok kotak suara dari PPD telah sampai di KPU Puncak Jaya. Biarkan proses itu berjalan dan kita jaga dan hargai” ujar Mendi.
Beberapa titik yang dipusatkan yakni Distrik Mulia di trikora dan SD Negeri, Distrik pagaleme di Towogi, Distrik Muara, yambi, dan ilamburawi dipusatkan di SD inpres Dondobaga, Distrik Mewoluk, Molanikme dan Lumo di SD YPPGI, Distik Tingginambut, Kalome, Wonwi di Tingginambut, Distrik Yamoneri, Ilu dan fuhume di pusatkan di Ilu, dan sebagainya. adapun yang harus menggunakan pesawat udara yakni Distrik Fawi, Torere dan Distrik Dagai.
Sementara itu Bupati Yuni Wonda menambahkan bahwa siapa pun yang nanti terpilih adalah Final sehingga diharapkan kepada penyelenggara bahwa tidak lagi melakukan hal-hal yang diluar dari pada hak suara yang diberikan oleh masyarakat itu sendiri.
“Kami harus mengakui bahwa siapapun yang terpilih itu adalah pilihan Tuhan dan untuk seluruh masyarakat Papua, kami berharap proses untuk perhitungan bahkan sampai dengan pleno KPU berjalan lancar dan aman baik,” katanya.
Dikatakannya daerah kabupaten Puncak Jaya sampai sekarnag aman dan kondusif dan jika masyarakat sudah memberikan hak suara dengan hati nurani kepada calon yang dianggap sudah pilihan mereka maka sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa.
“Jangan kumpul dititik mana dan melakukan pawai karena itu tdk berguna sama sekali, kita melarang keras baik di DPRD, KPU, TNI/ Polri kami melarang keras.” tegas yuni.
pantauan di lapangan tampak beberapa lokasi telah rampung dan masyarakat melakukan pawai antar suara yang ditulis di tripleks dan di antar serta ditancap di depan KPUD sebagai bentuk legitimasi sosial bahwa suara telah sah dan selanjutnya oleh PPD dilanjutkan dengan administrasi Berita acara. [humas/loy]










