Ciptakan Pilkada Damai, Pemda,TNI/Polri dan Lintas Agama Puncak Jaya Gelar Doa Bersama

Caption: Suasana Doa bersama Pemda, TNI/Polri Lintas Agama dan seluruh masyarakat sebelum pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. Foto : Humas Puncak Jaya/PapuaSatu.com

MULIA, PapuaSatu.com – Memasuki Hari H Pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Polres Puncak Jaya menggelar doa bersama lintas agama yang dilaksanakan di Sasana Kawonak Kantor Bupati Puncak Jaya, Senin (26/6/2018).

Wakil Bupati Puncak Jaya Deinas Geley, S. Sos, M. Si dan  Pamatwil Polres Puja Kombes Pol. Drs. M.H Ritonga hadir bersama Kasdim 1714/Pj Mayor inf. Dwi soerjono, Wakapolres Puja kompol A. L Tampubolon, Ketua Komisi A DPRD Miren Kogoya, S.Ikom, Plt. Sekda Tumiran, S.Sos, M.AP, Tokoh agama, Dewan masjid Al Mujahidin Mulia, pimpinan dari berbagai denominasi gereja dan delapn lembaga perwakilan masyarakat adat.

Wakil Bupati, Deinas Geley, S. Sos, M. Si mengatakan, kisruh yang telah terjadi saat pilkada bupati pada tahun 2017 lalu diharapkan tidak boleh terulang kembali pada pemilihan Gubernur dan Wakil  Gubernur Papua.  “Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu berdoa. Sebab kekuatan Doa besar kuasanya,” imbaunya.

Deinas mengaku, dirinya selama menjadi seorang Komisioner KPU tidak pernah melakukan kegiatan doa bersama seluruh lintas agama ataupun stakeholder yang ada seperti yang sedang dijalankan bersama pada hari ini  (Kemarin-red).

“Namun pada hari ini pemda bersama seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Kapolda dan jajaran sampai ke Kapolres dan jajaran yang telah memprakarsai doa bersama, yang sedang kita jalankan samam-sama pada hari ini,” ungkap Deinas Geley.

Untuk itu, Doa bersama seluruh Forkopimda dan masyarakat yang ada di kabupaten Puncak Jaya diharapkan bisa menjaga keamanan hingga selesai pelaksanaan pemilukada serentak nanti. “ Kami juga mengajak seluruh personil dan petugas agar tetap menjada netralitas dan independen pada penyelenggaraan pemilukada Gubernur Papua nantinya,” harap  Deinas Geley.

Momen Doa bersama tersebut diisi dengan Ibadah singkat yang di pimpin Pdt. Alfrice Pademe, S. TH. Dalam Ibadah singkat suasana menjadi haru ketika diangkat persoalan kejadian di kabupaten Nduga yang menimpa warga di Kenyaam beberapa waktu lalu.

Oleh karenanya, Pdt. Alfrice mengajak mengajak seluruh komponen yang ada di kabupaten Puncak Jaya agar menaruh segala persoalan kepada Tuhan terlepas dari segala kemampuan manusia agar persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan, seperti pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang berlangsung, 27 Juni 2018 besok.

“Seberapa sering kita mengangkat tangan kita kepadaNya. apapun pergumulan kita datanglah kepada Tuhan dan serahkan seluruh personalan, karena Dia yg dapat menolong kita, dan bukan kehendak manusia yg terjadi karena kehendakNya pasti indah” jelas Alfrice.

Dalam Ibadah tersebut, seluruh personil TNI/Polri untuk pengamanan pilkada didoakan secara bersama-sama agar dalam tugas mengawal pelaksanaan pesta demokrasi pilkada gub/wagub berjalan aman dan lancer tanpa ada gangguan. Pada kesempatan itu, seluruh majelsi mendoakan warga yang menjadi korban KKSB di Nduga.

Sementara itu, Kombes Pol. Drs. Mulia Hasudungan Ritonga selaku Pamwatwil Polres Puncak Jaya, menyebutkan jika siapapun terpilih maka ialah kehendak Tuhan selama ia mengikuti Kehendak Tuhan.  “Rancangan damai sejahtera Tuhan untuk hari depan untuk memberikan harapan” jelas Ritonga.

Ritonga menambahkan bahwa pembangunan telah nampak terjadi di pedalaman papua khususnya di Puncak Jaya, berbeda dengan terdahulu saat masuh menjabat kapolres Jayawijaya saat melintasi Puncak Jaya masih harus berhenti untuk melapor ke pos-pos”ungkap Ritonga.

Acara ditutup doa berantai dari pemimpin masjid Al Mujahidin Mulia, Pemimpin GKI Bethel Mulia Ny. Alfrice, Pemimpin Gereja Kemah Injil Maranatha Pdt. Ludia Ludi, Perwakilan GPDI Sion Daud Wendamili, Pemimpin GIDI Ev. Kamis morib, dan diikuti Wakil Bupati, bersama Muspida dan Pamwatwil Polres serta hadir pula mantan kapolres puncak jaya, AKBP Hotman Hutabarat. Doa berlangsung khusyuk dan hikmat diikuti seluruh personil dan masyarakat yg hadir. [febri/loy]