
BIAK, PapuaSatu.com – Selama tiga hari sejak tanggal 19 – 21 November 2018 di Kampung Baruki – Numfor Barat, sejumlah guru Sekolah Minggu dan guru PAUD mendapat pelatihan, dalam Diklat Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Masyarakat (PTK Dikmas).
Hal itu, kata Ketua Klasis Gemtuk Gresi Genyem Johanis Anderi selaku pemberi materi, sebagai upaya mencari pola atau cara mengajar yang baik untuk anak – anak sekolah minggu.
“Bagaimana mereka mengetahui fungsi dan tugas, juga arti kehadiran mereka sebagai anak di dalam dunia, bagaimana mereka tanggap tethadap segala sesuatu yang terjadi nanti pada perubahan yang akan dating,” ungkap Johanis.
Dalam Diklat tersebut membahas tentang Penerapan Kurikulum Sekolah Minggu yang kreatif dan menarik untuk kelas kecil 0 – 6 tahun.
Selain membahas tentang cara mengajar yang baik, juga bagaimana metode pengajaran dan alat – alat peraga dan cara–caranya, serta kreativitas anak dan guru–guru sekolah minggu dalam mengajar dengan kreativitas di sekolah minggu yang baik.
Selain itu juga, metode yang berbeda yakni cara mengajar untuk anak usia 0 – 6 tahun berbeda dengan anak usia 9 – 16 tahun.
“Anak – anak usia 0 – 6 tahun lebih banyak bermain, karena itu pola mengajarnya harus ada kreasi tersendiri yang diciptakan atau disampaikan ketika bermain sehingga ada pembelajaran yang mereka petik dari pembelajaran itu,” Jelas Johanis.
Umbu Akwan, salah satu Pemateri diklat PTK Dikmas memberi apresiasi atas dilekasnakannya Diklat tersebut.
“Ini salah satu wujud dari Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor terutama Dinas Pendidikan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang telah berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM terutama anak – anak di Numfor,” ungkapnya.
Umbu Akwan berharap dengan adanya kegiatan Diklat PTK Dikmas, dapat merangsang semangat mendidik dari para pengasuh Sekolah Minggu dan juga Guru PAUD.
Selain itu juga, dirinya berharap dengan teori atau kreasi mengajar yang disampaikan, guru – guru mempunyai banyak cara untuk mendidik anak – anak di PAUD maupun gereja secara khusus.
Anak – anak juga dapat diajak untuk semangat ke sekolah dan semangat untuk datang ke gereja agar dapat lebih mengenal Tuhan, agar mereka bertumbuh didalam ketaatan kepada Tuhan dan menjadi pelaku – pelaku kebaikan Tuhan dimana saja mereka berada, teristimewa ketika mereka telah dewasa.[vhie]










