Jelang UNBK, Dinas Pendidikan Supiori Lakukan Berbagai Persiapan.

0
587

BIAK, PapuaSatu.com – Dinas Pendidikan K Kabupaten Supiori telah melakukan persiapan menjelang Ujian Nasional berbasis kompetensi (UNBK) Tahun pelajaran 2018/2019 dengan melakukan sosialisasi di semua jenjang pendidikan termasuk program kesetaraan atau Paket B dan C yang ada di Kabupaten Supiori. Hal ini diungkapkan oleh Rafles Ngilamele Selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Supiori, Selasa (5/03/2019)
Sosialisasi yang telah dilakukan sejak tahun lalu ini bertujuan agar pihak penyelenggaranya lebih berintegritas dan proses ujiannya dapat memberikan hasil yang bisa dipercaya melalui sistem yang ada.
“Khusus di Supiori sejak tahun lalu dan tahun ini komitmen kita adalah penyelenggaranya harus berintegritas. Kita harus memastikan bahwa proses ujiannya, hasilnya dapat dipercaya untuk dapat bisa dipercaya tidak ada jalan lain kecuali by system. Khusus SMP, SMA / SMK dan kesetaraan, Penyelenggaraannya berbasis komputer baik Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah Berstandar Nasional.” Ujar Rafles
Rafles juga menjelaskan bahwa Ujian yang akan di berikan bukan hanya untuk menilai para siswa saja tetapi juga untuk menilai para guru dan juga Dinas Pendidikan itu sendiri. Kita mendapatkan hasil yang berintegritas ujian ini bukan hanya untuk menilai siswanya, tetapi jika untuk menilai gurunya, dan juga menilai Dinas Pendidikan.” Jelas Rafles
Dalam penggunaan Komputer dalam pelaksanaan UNBK, Rafles mengatakan bahwa para siswa yang akan mengikuti Ujian tidak akan mengalami kesulitan. “Untuk siswanya dalam penggunaan alat komputer tidak menjadi masalah. Yang menjadi persoalannya, bagaimana gurunya menyiapkan dia untuk menjawab soalnya.” Ungkap Rafles
Untuk Persiapan jelang UNBK, Masing – masing sekolah telah menyiapkan 25 unit Komputer yang nantinya akan digunakan dalam Ujian. Selain itu juga, Rafles menghimbau kepada pihak sekolah agar menyediakan Genset guna mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik pada saat ujian dan juga Visat untuk akses Internet.
“Untuk pelaksanaan UNBK yang diperlukan komputer minimal 25 unit untuk satu sekolah dan tiap sekolah wajib memakai genset pada saat ujian, serta Visat yang disediakan di beberapa tempat untuk menjawab sarana internetnya.” Kata Rafles.
Rafles juga menghimbau agar kepada para guru dapat menyiapkan sarana prasarana yang telah tersedia untuk dijaga dengan baik, dan untuk para siswa agar menjaga kesehatan agar dapat mengikuti Ujian dengan baik pula.
Di Kabupaten Supiori, Sekolah yang akan ikut dalam Ujian diantaranya 7 SMA, 1 SMK, Paket C ada Tiga PKBM ada 6 Kelas, SMP sebanyak 3 , dan Program Paket B sebanyak 3 kelas. Dengan jumlah siswa, untuk SMA/SMK sebanyak 300 lebih Siswa, sedangkan SMP sebanyak 400 hingga 500 siswa. Tukasnya [Vhie]