Konferensi Umum Resmi Ditutup, Dorman Pimpin GIDI Hingga 2023

Caption : Pengukuhan Presiden beserta Badan Pengurus Pusat (BPP) GIDI Periode 2018 – 2023.
Caption : Pengukuhan Presiden beserta Badan Pengurus Pusat (BPP) GIDI Periode 2018 – 2023.

TOLIKARA, PapuaSatu.com – Konferensi Umum Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) ke – XIX Tahun 2018 di Bokondini resmi ditutup, Pendeta Dorman Wandikbo kembali terpilih memimpin GIDI hingga 2023.
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Povinsi Papua, Doren Wakerkwa mengatakan, pelaksanaan Konferensi Umum Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) ke – XIX Tahun 2018 penuh tantangan dan persoalan namun karena campur tangan Tuhan sehingga Konferensi tersebut dapat berjalan dengan baik dan suksesdan berharap GIDI harus menjadi contoh bagi umat yang lain dan GIDI juga harus menjadi urat nadi di Wilayah Pegunungan Tengah.
“ Hari ini orang perkirakan bahwa GIDI akan jadi masalah, tapi dalam nama Allah didalam Yesus Kristus bisa kita selenggarakan kongres dengan sukses, aman dan terkendali hari ini,”ujarnya sebelum menutup Konferensi, Jumat (30/11/2018).
Atas nama Gubernur dirinya memberikan apresiasi bagi Bupati Kabupaten Mamberamo Tangah Ricky Ham Pagawak sebagai Ketua Panitia yang telah bekerja bersama Bupati Kabupaten Tolikara dalam mengsukseskan Konferensi Umum GIDI ke – XIX di Bokondini.
“ Gubernur Papua memberika apresiasi karena konferensi yang dilaksanakan di Bokondini ini sukses, berhasil dan aman dan diberkati oleh Allah,”ujarnya.
Sementara itu, untuk Presiden GIDI terpilih, dirinya berharap dapat membawa perubahan dalam pelayanan Gereja GIDI dari gunung, lembah hingga ke pesisir dan selalu diberkati.
Presiden GIDI terpilih, Dorman Wandikbo, S.Th, Menyampaikan, target utama pihaknya kedepan adalah 10.000 jiwa diselamatkan, dan program ini akan dilakukan dari tingkat pusat hingga ke tingkat wilayah, klasis sampai ke jemaat agar semua orang GIDI yang masuk kedalam Gereja harus punya kepastian keselamatan.
“ Tujuan gereja ini ada untuk orang mau masuk surga, jadi kami mau setiap orang GIDI harus ada kepastian keselamatan, itu tugas utama. Misi yang kami lakukan yaitu penginjilan kedalam dan penginjilan keluar,”ujarya.
Dirinya juga mengajak semua umat GIDI dimana saja agar per-Januari 2019 dan seterusnya, jemaat GIDI harus melakukan doa dan puasa pada tanggal 1- 3 di tiap bulannya.
Sementara, Ketua Panitia Konferensi umum GIDI ke- XIX Tahun 2018, Ricky Ham Pagawak, SH, M.Si menyampaikan terselenggaranya kegiatan ini atas penyertaan dan kekuatan Tuhan sehingga panitia dengan waktu yang singkat dapat bekerja secara maksimal untuk mengsukseskan Konferensi Umum GIDI ke – XIX Tahun 2018 di Bokondini yang merupakan Kota Injil.
“ Dengan waktu yang begitu singkat, kami diberikan kekuatan oleh Tuhan untuk menyiapkan seluruh fasilitas pendukung, tapi kami yakin dan percaya Tuhan punya rencana besar utuk gerja ini sehinggga panitia diberikan kekuatan yang sangat luar biasa dan hari ini kami bisa mengakhiri tugas-tugas itu dengan baik,” unjarnya.
Atas nama pribadi dan panitia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak tanpa terkecuali yang telah mendukung terselenggaranya Konferensi Umum GIDI ke – XIX Tahun 2018 di Bokondini bahkan para utusan perwakilan 8 wilayah yang telah ikut serta dalam konferensi.
Dikatakan, Sekalipun sempat jadwal terundur, namun keinginan peserta untuk hadir di bokondini sangat tinggi, terbukti dengan jumlah peserta yang besar hadir di kota injil bokondini untuk mengikuti konferensi, untuk itu dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada para peserta yang ikut menghadiri konfrensi
“ Kepada wilayah – wilayah, kalau saya tidak bisa berbuat sesuai keinginan bapak ibu saya mohon maaf, setiap manusia pasti punya kekurangan. Setelah ini bapak dan ibu pulang ke tempat masing – masing, jangan lupa doakan kami semoga kami bisa dalam sehat – sehat,” tutupnya.[moza]