Papua dan Papua Barat Satukan Visi Pembangunan Berkelanjutan

1260
Caption: Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Papua, DR. Ir. Noak Kapisa, Msc bersama Gubernur Papua, Drs. Dominggus Mandacan melakukan penandatanganan MoU Penyamaan visi pembangunan berkelanjutan di Manokwari, Provinsi Papua Barat, Minggu 7-10 Oktober 2018. Foto: Piet Balubun / PapuaSatu.com
Caption: Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Papua, DR. Ir. Noak Kapisa, Msc bersama Gubernur Papua, Drs. Dominggus Mandacan melakukan penandatanganan MoU Penyamaan visi pembangunan berkelanjutan di Manokwari, Provinsi Papua Barat, Minggu 7-10 Oktober 2018. Foto: Piet Balubun / PapuaSatu.com

MANOKWARI, PapuaSatu.com – Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penyamaan visi pembangunan berkelanjutan dalam mendukung pelestarian alam dan keanekaragaman hayati di tanah Papua.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Provinsi Papua mewakili Gubernur Lukas Enembe, S.IP MH bersama Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan melakukan penandatangan nota kesepahaman visi pembangunan berkelanjutan saat pelaksanaan International Conference on Biodiversity, Ecotourism, and Creative Economy (ICBE) 2018 di Manokwari, Provinsi Papua Barat, Minggu 7-10 Oktober 2018.

Noak Kapisa mengatakan, komitmen untuk membangun berkelanjutan secara hijau dapat diwujudkan melalui proses implementasi yang didasari oleh tanggung jawab bersama semua pihak di jajaran antar Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten maupun antar Nasional.

“Sesungguhnya pasal 63 UU nomor 21 tentang Otsus bagi Papua telah mengamanatkan bahwa pembangunan di Provinsi Papua dilakukan dengan pedoman pada prinsip – prinsip pembangunan berkelanjutan, kelestarian lingkungan, manfaat dan keadilan dengan memperhatikan rencana tata ruang wilaya,” kata Noak Kapisa di Manokwari, Senin (8/10/2018).

Dikatakan, upaya untuk membangun secara berkelanjutan akan bertumpu pada pembangunan kampung sebagai garda terdepan dalam menjalankan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Jadi, kami akan mengembangkan perekonomian wilayah yang berbasis pada potensi kampung – kampung sesuai dengan konteks pada pengetahuan lokal,” ujarnya.

Diketahui bahwa visi Pembangunan berkelanjutan Papua (Visi 2100 Papua) menjadi dasar Visi pembangunan dalam periode 2018 – 2023 adalah kebahagiaan  dan kualitas hidup seluruh rakyat Papua berada pada tingkat setinggi – tingginya secara adil dan  merata, serta kondisi alam Papua, baik daratan, perairan udara tetap lestari dan terjaga serta  meningkat kualitasnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat, Prof. Charlie Heatubun mengatakan secara biologi dan ekologi Papua dan Papua Barat sama dalam satu kultur sehingga harus bangun komitmen bersama untuk jaga dan lestarikan keanekaragaman hayati di tanah Papua.

“Walau secara administrative berbeda, tapi secara biologi dan ekologi kita sama, makanya kita harus bangun komitmen bersama untuk jaga dan lestarikan apa yang kita punya di Tanah Papua,” kata Prof. Charlie Heatubun yang juga Ketua tim Kerja ICBE 2018. [piet/loy]