
MANOKWARI, PapuaSatu.com – Penjabat Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Barat melakukan pembohongan publik bagi pengusaha Papua di Provinsi Papua Barat.
“Saat pengumuman nilai paket yang di tempel di gedung PU Provinsi,Manokwari Rp. 105 juta kini menjadi Rp. 84 Juta untuk kabupaten Manukwari. Sementara Pegaf awalnya per orang atau CV Rp. 40 juta kini di siasati menjadi Rp. 107 juta itupun untuk 3 CV menggunakan satu kontrak,”kata Panglima Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat, Ronald Mambiew melalui pesan whatsAp yang diterima papuasatu.com, Minggu (28/10/2018).
Menurutnya, pembohongan dan pelecehan yang sistimatis. Sambungnya, padahal Sorong Selatan (Sorsel) tetap Rp. 500 juta. pertanyaannya, perbedaan dimana. Sementara jarak lokasi Sorsel dan Pegaf sama. Ini kan rerkesan ada kepentingan dalam dinas yg terselubung.
“Gubernur segera Periksa kembali dokumen pembagian paket penunjukan tersebut pada Dinas PU. Pejabat PU sangat menodai niat tulus Gubernur. Patut di periksa,”sebut Panglima Parjal Papua Barat.
Lebih parah lagi, kata dia, kontrak yang digunakan adalah kontrak lama, karena profil-profil titipan terselubung.
Maka, dirinya meminta gubernur segera periksa kembali demi menjaga nama gubernur. Dimana, jangan sampai hanya karena kepentingan oknum-oknum tertentu nama gubernur dibawa-bawa.
“Asumsi penguranganya adalah Rp. 15 juta per CV kali 600 CV yang ada di Kabupaten Manokwari adalah Rp. 9 miliar. Nah pengurangan ini dikemanakan? Sedangkn tidak ada penambahan profil pengusaha Papua. Tambahan yang transparan tidak ada,bapakah terselubung lagi,”tandasnya. [free]










