Peduli Kesehatan Masyarakat, Satgas TMMD Rehab MCK Umum

521

Salah satu Anggota Satgas TMMD ke 99, Kodim 1711/BVD tampak sedang merenovasi MCK umum. Foto : Istimewa



Tanah Merah, PapuaSatu.com – Permasalahan penyakit sangat erat hubungannya dengan aspek perilaku, terutama perilaku hidup bersih pada lingkungan yang sehat, sehingga akan meminimalkan resiko penyebaran penyakit. Oleh karenanya betapa pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal agra terhindar dari segala penyakit. Kalau lingkungan kita bersih maka dipastikan kesehatan masyarakat yang berada di sekitarnya juga terjaga dengan baik.

Kesehatan adalah hal yang sangat penting bagi  setiap manusia, untuk itu perlu dijaga guna menjalani kelangsungan hidup. Seperti yang terjadi di Kampung Maju, Distrik Arimop , Kabupaten Boven Digoel.

Selama ini masyarakat Kampung Maju masih sangat jarang yang mempunyai MCK, sehingga apabila mereka buang air besar atau kecil masih ditempat yang tidak semestinya. Bila hal ini terus berlanjut, selain menimbulkan suatu penyakit, juga tidak baik bagi kesehatan. Mereka kebanyakan kurang memahami betapa pentingnya kesehatan, terutama kesehatan lingkungan. Oleh karena itu dalam program TMMD ke 99 ini, Kodim 1711/BVD mengagendakan pembuatan dan perehaban MCK bagi warga masyarakat Kampung Maju yang belum mempunyai MCK, dengan harapan dengan dibangunnya MCK ini dapat meningkatkan derajad kesehatan masyarakat Kampung Bhituka.

Pembuatan MCK ini langsung dipimpin oleh Komandan Kompi satags TMMD Mayor Inf Suwandi. Pada kesempatan tersebut menyampaikan,” dalam pekerjaan untuk membantu Rakyat kali ini yaitu merehap MCK Umum yang sehari hari di gunakan Warga  Kampung Maju yang sudah rusak sehinga dapat di gunakan kembali. Sampai dengan sekarang ini banyak warga kampung yang tidak mempunyai MCK dan  warga sering membuang Kotoran di hutan maupun di Kali, hal ini dapat menyebabkan pencemaran kebersihan sungai yang sebenarnya sungai tersebut airnya di manfaatkan untuk menunjang kehidupan masyarakat sehari hari seperti mandi, memasak dan cucui pakaian, sehingga dengan adanya MCK tersebut sungai tidak kotor dan bisa digunakan oleh masyarakat,” Ungkap Suwandi. (Abe)