Perjuangan Bocah Miskin Dari Kampung Kini Jadi Bupati

1141
  • Dari Peluncuran Buku Perdana Bupati Mamberamo Raya, Dorinus Dasinapa

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dorinus Dasinapa adalah seorang pejuang yang berasal dari kampung kabupaten Mamberamo Raya-Provinsi Papua. Dengan kondisi geografis, sehingga bisa dibilang perekonomian semakin miskin dan hidup tanpa arah.

Namun perjuangan hidup mati dilakukan oleh Dorinus Dasinapa untuk menggapai cita-cita sejak kecilnya. Akhirnya, pertarungan yang dilakukan kini menjadi orang besar di daerahnya hingga menduduki jabatan sebagai Bupati Mamberamo Raya.

Dengan perjuangan yang dilakukan tidak hanya semata-mata kekuatan dan gagah perkasa secara pribadinya, tapi karena  perlindungan dan Pertolongan Tuhan sehingga diangkat dan menjadi sang pemimpin di Negerinya sendirinya.

Sejarah dan cita-cita yang dialami sejak kecil hingga memimpin Bupati Mamberamo Raya, akhirnya, Dorinus Dasinapa  meluncurkan sebuah buku yang berjudul “Jiwa Besar Sang Petarung Kecil” peluncuran berlangsung sejak Sabtu 3 Februari 2018.

Buku tersebut ditulis oleh seorang penulis asal Daerah Istimewa Yogyakarta, E.Y. Raiman. Dimana tulisan yang dipersembahkan itu  memakan waktu kurang lebih tiga  sampai empat 4 bulan.

E.Y. Raiman menjelaskan buku biografi tersebut menggambarkan perjuangan seorang bocah miskin bernama Dori (nama kecil Dorinus Dasinapa) dalam mewujudkan keinginnya untuk bisa sekolah.

“Tanpa menyalahkan keadaan, tanpa menjadikan kekurangan serta keterbatasan sebagai alasan, Dori mencoba bangkit dari ketidakberdayaan, bertarung menaklukan darita dan rasa sakit,” kata Raiman.

Lanjut Raiman, meskipun berangkat dari titik yang berbeda, melangkag menelusuri setapak jalan yang juga tak sama, namun setiap manusia punya pilihan dan tujuan dari apa yang telah, sedang dan akan dilakukannya kendatipun wujud dari impian tersebut terkadang tampak buram dan terlihat samar.

“Sama seperti apa yang dialami Dori, kegelisahan serta keraguan tentang segala hal yang tak pasti terus membayangi hari demi hati yang terasa lebih panjang, ” ungkapnya.

“Meratapi nasib, menangis dan terus mengasihani diri sendiri disadarinya tidak akan membuatnya punya pensil dan buku tulis, sepasang sepatu atau seragam sekolah, kesemuanya yang dianggapnya mewah, yang seakan mustahil dimilikinya kala itu,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, Raiman menjelaskan, kini Dori ialah Dorinus Dasinapa lelaki sederhana, yang tak sesederhana proses dari setiap pencapaian yang telah diraihnya saat ini.

“Perjuangan dan kerja keras menghantarkan Dorinus Dasinapa menjadi pemimpin diatas tanah leluhurnya, tempat dimana ia mengawali segalanya, yakni Kabupaten Mamberamo Raya,” katanya.

Dalam peluncuran tersebut buku biografi “Jiwa Besar Sang Petarung Kecil” dicetak sebanyak 2000 exemplar, namun tidak untuk dijual secara konvensional.

Ditempat yang sama, Bupati Mamberamo Raya, Dorinus Dasinapa mengharapkan dengan diluncurkannya buku tersebut anak-anak muda khusunya pemuda Asli Papua, untuk bekerja keras tanpa kata menyerah untuk mewujudkan mimpinya.

“Jangan pernah salahkan keadaan, jangam pernah salahkan orang tua, karena masa depan itu masing-masing individu itulah yang harus bekerja keras dalam mewujudkan mimpi-mimpinya,” ungkapnya. [piet/loy]