Tertembaknya Kadistrik Torere oleh KKSB, Pemerintah Puncak Jaya Kibarkan Bendera Setengah Tiang

3166

MULIA, PapuaSatu.com – Meninggalnya Kepala Distrik Torere Obaja Fruaro atas insiden penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di wilayah Distrik Kalome dan  Distrik  Torere membawa duka mendalam bagi seluruh  Musyawah Pimpinan Daerah (Muspida) kabupaten Puncak  Jaya.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa  dan duka cita, Pemerintah kabupaten Puncak Jaya bersama Muspida di kabupaten Puncak Jaya mengibarkan bendera merah putih setengah  tiang di masing-masing halaman.

Seperti yang dilakukan Pemerintah kabupaten Puncak Jaya, pada Jum’at (29/6/2018) pagi. Terlihat bendera setengah tiang tampak berkibar di halaman  kantor Pemkab Puncak Jaya dan bendera tersebut akan dilakukan selama tiga hari berturut-turut.

Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda dalam press releasenya mengatakan,  seluruh Muspida Puncak Jaya dan segenap masyarakat turut berduka cita atas meninggalnya kepala distrik Torere,  Obaja Fruaro yang meninggal dunia di distrik Torere.

“Almarhum meninggal akibat ditembak oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata 9KKSB)  di Distrik Torere dan Alm Sukri yang di tewas di Waegi, distrik Kalome,” ucap Bupati Yuni Wonda dalam press releasenya didampingi Wakil Bupati Puncak Jaya Deinas Geley.

Bupati Yuni, menegaskan dirinya bersama seluruh Muspida di kabupaten Puncak Jaya mengutuk keras aksi penghadangan dan penembakan Kepala Distrik di Torere dan ojek di waegi-kalome. “Penembakan itu murni aksi kriminal dan teror yang dilakukan oleh KKSB,” tegasnya.

Insiden yang terjadi baik penghadangan di distrik Torere maupun di Kalome terjadi diluar pemungutan suara dan tidak ada hubungannya dengan proses pemungutan maupun pelemparan suara sistem noken pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua 2018.

“Saat ini proses pemungutan suara masih berjalan aman dan lancer. Dan saat ini sedang dilakukan perekapan hasil suara ditingkat penyelenggara PPD dan KPUD. Dari hasil pantauan panwaslu tidak ada pelanggaran menonjol yang berpotensi dianggap tindakan curang baik oleh penyelenggara maupun timses di distrik,” ujarnya.

Bahkan, menurut Bupati Yuni, total sudah mencapai 30% masuk ke KPUD kabupaten terdiri dari 9 distrik dari 26 distrik dan kini sedang dilengkapi administrasi  oleh petugas KPUD kabupaten Puncak Jaya.

Bupati Yuni, menyebutkan bahwa dipastikan paling lambat hari Senin, 2 Juli 2018 pekan depan surat suara dari Distrik telah rampung dan tanggal 6 juli 2018 dilakukan pleno KPUD kabupaten Puncak Jaya.

Lanjutnya, logistik meliputi surat suara dan berita acara dari distrik Torere sedang dilakukan pengiriman menuju Mulia termasuk PPD kini sudah tiba di Kota Mulia.

“Kondisi tersebut, maka kami Muspida menyatakan Kota Mulia-Puncak Jaya dalam keadaan aman terkendali baik aktivitas masyarakat maupun akatifitas pelayanan pemeritnahan,” tukasnya.

Lebih lanjut disampaikan Bupati Yuni,  Pemerintah Puncak Jaya telah melakukan mediasi dan penerbangan anggota keluarga kadistrik dari sentani ke distrik Torere untuk mengadiri pemakaman kadistrik Obaja Fruaro di Torere. “Kepada keluarga korban dibantu 200 juta,” katanya.

Bukan hanya itu, lanjut dia, Pemda telah melalukan pengiriman jenazah pengendara ojek korban penembakan di Waegi-Kalome Atas nama Sukri bersama keluarga ke Kampung halaman di pasuruan Jatim. “Doa bersama dan pengantaran dari masjid ke bandara dilakukan oleh muspida dan seluruh masyarakat Kota Mulia,” jelasnya.

Wakapolres Puncak Jaya, Kompol Andreas Tampubolon menegaskan info 2 orang personil polres tewas adalah hoax dan belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Belum ada bukti resmi maupun saksi yang menyatakan bahwa personil PAM polres Puncak Jaya yang dihadang yaitu Ipda Jesayas Nussi (Kbo binmas res Puja) dan Brigpol Sinton kabarek (BA sat sabhara res puja) telah meninggal dunia.

“Statusnya masih dinyatakan hilang. saat ini tengah dilakukan upaya pencarian di lokasi pengadangan oleh jajarnTIM SAR Jayapura dan personil keamanan utk menyisir dan pencarian korban di lokasi,” jelasnya.

Sementara itu,  Muspida dan Wakapolres meminta seluruh pihak untuk ikut mendoakan agar 2 org personil yang hilang di Torere segera ditemukan dan tidak menyebarluaskan info hoax dari pihak yang tidak bertanggung jawab, yang dapat menggiring info negatif. [loy]