TNI-AD di Papua Gugah Semangat Belajar Anak di Pedalaman

1013

Nabire, PapuaSatu.com –  Anak-anak di Papua yang berada di daerah-daerah pedalaman menginginkan adanya fasilitas pendidikan yang layak sama seperti di Kota maupun diluar Papua lainnya.

Meski berada dibawah kaki gunung namun semangat anak-anak usia dini di daerah pedalaman seperti, di wilayah kampung Bomopai, distrik Yaro kabupaten Nabire, Provinsi Papua inggin seperti di daerah perkotaan.

Namun sangat disayangkan mereka  tidak memiliki fasilitas belajar mengajar,  bahkan kesulitan untuk mengakes buku-buku bacaan hingga mengakibatkan sedikitnya pengembangan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan dan mampu bersaing kepada anak-anak wilayah perkotaan maupun diluar Papua lainnya.

Kondisi itu, Satgas TMMD ke 99 di Wilayah Kodim 1705/Paniai menggunggah semangat belajar anak-anak usia dini di Kampung Bomopai distrik Yaro kabupaten Nabire.

Kehadiran TNI-AD bukan hanya menjaga kedaulatan negara, melainkan menjadi sanga pahlawan tanpa tanda jasa layaknya seperti guru sekolah, dimana anak-anak di pelosok mengajarkan pengenalan huru, cara membaca dan maupun menulis.

Sertu Alfian selaku anggota Satgas TMMD ke 99 di Wilayah Kodim 1705/Paniai merasa bangga karena ilmu yang didapatkan membagikan kepada anak-anak usia dini agar suatu kelak menjadi orang-orang yang berguna bagi keluar maupun bagi bangsa.

“Saya sangat senang dapat memberikan sedikit ilmu kepada anak-anak disini. Saya melihat mereka cerdas-cerdas, namun karena keterbatasan sarana dan prasarana di sini, mereka terganggu dalam hal pembelajaran,” tutur Alfian sambil mengajarkan anak-anak yang merupakan anak asli Papua.

Alfian menuturkan, sejak memberikan pengajaran bagi anak-anak di kampung Satgas TMMD ke 99 di Wilayah Kodim 1705/Paniai  yang merupakan daerah tugasnya itu, terlihat anak-anak sudah bisa menulis dan membaca serta berhitung.

Dengan pengajaran secara ikhlas yang dilakukan Sertu Alfian ini, maka anak-anak bahkan masyarakat setempat memanggilnya sebagai pak guru. Kehadiran TNI di kampung kini menjadi pelita untuk menerangi harapan-harapan baru untuk masa depan mereka. (Nius)