ISBI Tanah Papua Canangkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua secara resmi mencanangkan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), pada Selasa, 15 Juli 2025.

Pencanangan ini berlangsung di Gedung Aula Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang akan segera menjadi aset resmi ISBI Tanah Papua.

Kegiatan pencanangan tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak, di antaranya perwakilan SPI Universitas Cenderawasih, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXII Papua, serta dosen dan tenaga kependidikan ISBI Tanah Papua. Hadir pula Universitas Negeri Malang sebagai pendamping dalam program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Satker menuju Badan Layanan Umum (BLU).

Rektor ISBI Tanah Papua, Prof. Dr. St. Hanggar Budi Prasetya, S.Sn., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa pencanangan Zona Integritas ini merupakan bentuk komitmen nyata ISBI Tanah Papua untuk menciptakan tata kelola birokrasi kampus yang bersih, bebas dari korupsi, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Ini adalah langkah konkret untuk mendukung reformasi birokrasi nasional,” ujarnya.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan pakta integritas dan komitmen bersama oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala LPPM, Ketua SPI, seluruh Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, hingga Kepala Satgas PPKS ISBI Tanah Papua.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan komitmen bersama yang dipimpin langsung oleh Rektor dan diikuti seluruh civitas akademika.

Sebagai informasi, pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM merupakan strategi percepatan reformasi birokrasi yang dicanangkan pemerintah. Predikat WBK diberikan kepada unit kerja yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam pencegahan korupsi dan peningkatan manajemen kinerja.

Sementara itu, predikat WBBM diperuntukkan bagi unit kerja yang juga berhasil dalam memperkuat kualitas pelayanan publik.

Selain itu, kegiatan pencanangan ini juga memuat sejumlah poin penting yang memperkuat komitmen ISBI Tanah Papua dalam transformasi kelembagaan, di antaranya:

1. Kolaborasi Strategis dengan Universitas Negeri Malang

Pencanangan ini menjadi bagian dari pendampingan Universitas Negeri Malang dalam proses revitalisasi ISBI Tanah Papua menuju status Badan Layanan Umum (BLU), yang diharapkan akan mendorong efektivitas pengelolaan institusi seni dan budaya berbasis tata kelola modern.

2. Gedung BRIN Jadi Simbol Transformasi ISBI Tanah Papua

Pemilihan Gedung Aula BRIN sebagai lokasi pencanangan bukan tanpa makna. Gedung ini akan segera menjadi bagian dari aset resmi ISBI Tanah Papua dan menjadi simbol penguatan infrastruktur kampus menuju pelayanan publik yang profesional.

3. Keterlibatan Lintas Lembaga dan Pemangku Kepentingan

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai institusi mitra, menandakan sinergi multipihak dalam mewujudkan zona integritas di lingkungan perguruan tinggi seni dan budaya.

4. Penguatan Peran Dosen dan Tendik dalam Reformasi Birokrasi

Penandatanganan dan pembacaan komitmen bersama tidak hanya bersifat simbolik, melainkan bentuk konkret keterlibatan aktif seluruh civitas akademika dalam menjaga integritas kampus.

5. Zona Integritas sebagai Cerminan Nilai-Nilai Budaya Papua

ISBI Tanah Papua menekankan bahwa semangat integritas, transparansi, dan pelayanan tidak hanya datang dari sistem birokrasi modern, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai budaya lokal Papua, seperti kejujuran, keterbukaan, dan penghargaan terhadap masyarakat adat.

6. Langkah Awal Menuju Predikat Nasional

Melalui proses ini, ISBI Tanah Papua menargetkan untuk meraih predikat WBK dan WBBM secara nasional, menjadikan kampus ini sebagai pelopor lembaga seni budaya yang unggul, bersih, dan melayani di Indonesia Timur.

Dengan pencanangan ini, ISBI Tanah Papua menegaskan langkah seriusnya dalam mewujudkan kampus yang profesional, transparan, dan akuntabel demi kemajuan pendidikan tinggi dan pelestarian budaya di Tanah Papua. [Miki]