
WAMENA, PapuaSatu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua bersama TPID Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya menyelenggarakan kegiatan High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building TPID di Grand Baliem Hotel, Wamena, Papua Pegunungan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Papua melalui siaran persnya mengungkapkan bahwa, kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah konkret dalam merumuskan upaya pengendalian inflasi daerah, khususnya terhadap dinamika inflasi Papua Pegunungan yang relatif tinggi di bulan Juni 2026.
“Walaupun pada rilis BPS untuk Agustus 2026 tercatat inflasi Papua Pegunungan membaik menjadi 3,77% (yoy), tetapi perlu terus dikawal hingga masuk dalam sasaran inflasi Nasional yaitu 2,5±1% (yoy),” ungkapnya.
Warsono menyatakan, bahwa kita perlu menjaga kestabilan antara sisi pasokan dan permintaan.
“Melalui peningkatan produktivitas petani lokal, perlu didampingi dengan penguatan kecukupan uang rupiah sebagai pendukung pergerakan perekonomian di Papua Pegunungan,” ujarnya.
Dikatakan, Bank Indonesia terus menjaga kecukupan uang Rupiah di Papua Pegunungan dengan memperhitungkan kebutuhan masyarakat guna dapat diserap dengan optimal dalam menunjang perekonomian.
Di sisi lain, dukungan terhadap pengembangan kompetensi petani dan TPID terus didorong melalui berbagai kesempatan sinergitas bersama.
Kegiatan yang turut dihadiri dan disambut baik oleh Atenius Murip, Bupati Jayawijaya, dan Lukas Waika, Asisten SEKDA Provinsi Papua Pegunungan dibuka sebagai bentuk dukungan bahwa bersama TPID akan bersama merumuskan langkah konkret upaya pengendalian inflasi daerah di Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Jayawijaya sebagai kota IHK yang dicatat oleh BPS.
Keduanya sepakat menyampaikan bahwa dibutuhkan adanya penguatan sinergi TPID dengan lembaga maupun instansi terkait dalam menjaga kecukupan pasokan lokal dan turut menstabilisasi permintaan masyarakat melalui kemandirian pangan lokal agar tidak bergantung terhadap komoditas yang didatangkan dari luar Jayawijaya.
Dengan mengusung tema “Menjaga Stabilitas Harga dan Mendukung Kemandirian Pangan di Papua Pegunungan”, kegiatan ini menghadirkan pemaparan dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Jayawijaya, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua mengenai perkembangan realisasi APBD dan potensi pembiayaan terkait pengendalian inflasi daerah.
Setelah itu, turut dihadirkan narasumber dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Wamena yang memaparkan terkait perkembangan cuaca dan iklim serta mitigasi El Nino, yang diperkuat dengan narasumber Petani Muda, Panus Hilapok, terkait edukasi pentingnya menjadi petani terutama bagi kalangan anak muda guna menjaga kemandirian pangan dari hasil pertanian lokal di tanah Wamena yang subur atas berkat Tuhan.
Kedepan, diharapkan sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan mitra kerja dapat diperkuat guna menjaga stabilitas inflasi daerah, dan Papua Pegunungan dapat mencapai inflasi yang rendah dan stabil serta terciptanya kemandirian dan ketahanan pangan lokal yang mumpuni.[redaksi]










