
SENTANI, PapuaSatu.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar sosialisasi dan pelatihan literasi digital kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Orang Asli Papua (OAP), di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, Selasa (13/8/25).
Bupati Jayapura, Yunus Wonda dalam sambutannya yang dibacakan Plt. Sekda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri mengungkapkan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam memasarkan produk-produk bernilai ekonomis.
Karena itu, Bupati menyatakan apresiasi dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan terus, sehingga semua UMKM, terutama yang merupakan OAP dapat lebih memahami teknologi digital dalam mendukung pengembangan sebuah perusahaan.
“Saya berharap kegiatan yang hari ini di Aula Lantai I ini, dan besok di aula Kanntor Distrik Depapre dan Distrik Unurum Guay, tidak hanya memberi pengetahuan, tapi juga membawa semangat baru kepada UMKM, khususnya Orang Asli Papua (OAP) untuk naik kelas,” ujarnya.
Dikatakan, bahwa kegiatan tersebut tentunya sejalan dengan visi misi Bupati Jayapura, yakni kasih mempersatukan perbedaan, dalam upaya peningkatan SDM OAP.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon,ST,M.Sos menambahkan bahwa melalui kegiatan tersebut, para pengusaha OAP dibekali berbagai pengetahuan tentang digitalisasi yang terkait dengan dunia usaha.
Pihaknya mengundang Nara sumber dari berbagai lembaga ekonomi di Papua, seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dikatakan, bahwa sosialisasi dan pelatihan yang digelar di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura dengan peserta 60 orang UMKM dari Wilayah Pembangunan I.
Direncanakan kegiatan sama akan digelar Hari Rabu (12/8/25) di Aula Kantor Distrik Depapre dan di Aula Distrik Unurum Guai dengan jumlah pesertanya masing-masing 40 orang.
Peserta kita data bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM hingga ke distrik-distrik yang ternyata jumlahnya sekitar 150 UMKM.
Jumlah tersebut adalah UMKM yang memenuhi syarat dari sisi administrasi, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), dan lain-lain.
Terkait dibuatnya e-commerce baru yang dilounching pada kegiatan tersebut, Kadis Kominfo menerangkan bahwa hal itu dibutuhkan meski diakui saat ini afa banyak media online untuk promosi dan transaksi secara online.
“Memang banyak e-commerce yang beredar, tapi kalau terjadi hal-hal teknis siapa yang bertanggung jawab,” jelasnya.
Sehingga diperlukan dukungan pemerintah melalui e-commerce tersendiri, agar promosi dan pemasaran produknya dapat dibantu dan progresif lebih kelihatan.[yat]










