
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Direktur Utama PTAM Jayapura (Perseroda) Dr. Entis Sutisna, S.E., M.M., M.Ak., Ak., CA., CGRM menjawab adanya keluhan masyarakat di Koya Barat, distrik Muara Tami Kota Jayapura terhadap gangguan aliran air bersih dari PDAM.
Kendati demikian, Dr. Entis Sutisna, menjelaskan bahwa gangguan pelayanan air di beberapa wilayah Kota Jayapura termasik di Distrik Muara Tami disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kebocoran pipa dan penyumbatan.
Menurutnya, jaringan pipa yang dibangun sejak tahun 2021 memang cukup rawan dan membutuhkan pemeliharaan. “Kami telah melakukan deteksi dan menemukan bahwa banyak pipa yang mengalami kebocoran dan penyumbatan,” ungkap Dr. Entis Sutisna.
Ia menegaskan, PTAM Jayapura telah melakukan upaya untuk meningkatkan pelayanan, termasuk pemasangan asesoris pipa untuk mengatur tekanan dan mendeteksi kemungkinan penyumbatan. “Kami berupaya melakukan normalisasi layanan untuk memastikan bahwa jaringan pipa berfungsi dengan baik,” kata Dr. Entis Sutisna.
Oleh karena itu, masalah adanya gangguan aliran air di beberapa warga diharapkan untuk melaporkan kepada pelayanan air kepada PTAM Jayapura melalui SMS, website, atau langsung ke kantor cabang.
“Kami berkomitmen untuk melakukan pelayanan 24 jam sehari guna memastikan bahwa masyarakat mendapatkan akses air yang memadai. Karena saat ini dari hasil deteksi layanan air mengalir 24 jam,” ungkap Dr. Entis Sutisna.
Bahkan, lanjut Dr. Entis Sutisna bahwa masalah aliran air bersih di Koya masih ada potensi untuk mengejar pelanggan, untuk pemasangan air, karena sampai saat ini belum memenuhi target 2000 sambungan.
“Saat ini kan jumlah pelanggan hanya sekitar 1500, dan PTAM Jayapura berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan mengembangkan jaringan pipa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya. [loy]










