
SENTANI, PapuaSatu.com – Musyawarah Daerah X Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) Provinsi Papua Tahun 2026 resmi digelar di Hotel Suni Garden Lake Sentani, Sabtu (25/7/2026).
Musda ini menjadi momentum konsolidasi organisasi, evaluasi program kerja, sekaligus pemilihan pengurus baru periode mendatang.
Pembukaan Musda dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Papua, Origenes Kambuaya, S.H., M.M., yang membacakan sambutan Gubernur Papua.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan apresiasi kepada Pepabri Provinsi Papua atas terselenggaran musyawara ini. Saya juga mengucapkan selamat datang kepada Ketua DPP Pepabri yang diwakil oleh Bapak Mayjen TNI, DPP Pepabri beserta Peserta Rombongan di Tanah Papua,” ujar Origenes.
Ia menegaskan, Musda bukan hanya agenda organisasi.
“Lebih dari itu, juga merupakan momentum konsolidasi, memperkuat solidaritas, mempererat tali persaudaraan sekaligus menyatukan langkah dalam memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara,” katanya.
Origenes menyebut purnawirawan dan warakawuri memiliki peran strategis.
“Sebagai purnawirawan dan warakawuri, bapak dan Ibu adalah sosok-sosok yang telah memberikan pengabdian terbaik dalam menjaga kedaulatan negara dan mengayomi masyarakat. Pengabdian tersebut tidak berhenti ketika masuk ke masa purna tugas. Pengalaman, keteladanan, dan kebijaksanaan yang dimiliki menjadi modal sosial yang sangat berharga untuk membimbing generasi muda serta memperkuat persatuan masyarakat,” ujarnya.
“Kehadiran organisasi ini sangat penting dalam memberikan masukan, menjaga nilai-nilai kebangsaan, memperkuat semangat kebangsaan, karena dapat menjadi jembatan komunikasi yang menyejukkan di tengah masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Papua, yaitu terwujudnya transformasi Papua yang cerdas, sejahtera dan harmonis atau Papua Cerah,” tambahnya.
Mayjen TNI (Purn.) Dr. E. Djanadi Bimo Prakoso, PSC., MPA., M.Sc., yang mewakili Ketua DPP Pepabri, menyampaikan bahwa Pepabri memiliki peran ganda.
“Selain menjaga kesejahteraan, kebersamaan dan martabat anggota beserta keluarga, juga, tetap menjadi bagian dari komponen bangsa yang setia menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia,” ujarnya.
“Dan kita juga memiliki tanggung jawab juga untuk menjaga persatuan dan kesatuan antar warga. Menjaga ketentraman lingkungan, serta berkontribusi nyata dalam kemajuan bangsa,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh peserta Musda mengutamakan kepentingan organisasi.
“Semua ini hanya bisa tercapai apabila kita mempunyai persatuan yang kokoh, persatuan hati dan kesamaan arah pikiran. Kepada seluruh peserta Saya mengajak mari kita jalani Forum dengan sikap dewasa, penuh kekeluargaan dan mengutamakan kepentingan organisasi atas kepentingan pribadi atau golongan,” tegasnya.
Ketua Pepabri Provinsi Papua (PAW), AKBP (Purn) Ridwan, S.H., M.H., menjelaskan fokus program kerja Pepabri Papua saat ini adalah pada kesejahteraan internal anggota.
“Program kerja Pepabri saat ini, ya karena kita ingat anggota pepabri ini pada umumnya umur sudah tua-tua, ya sudah pensiun, 60 tahun ke atas, jadi kita lebih memprioritaskan intern, khususnya bagi anggota pepabri yang sakit, kemudian ada membutuhkan bantuan bila ada yang meninggal,” ujar Ridwan.
Ia mencontohkan kasus anggota yang tidak memiliki keluarga.
“Terutama yang meninggal karena sudah pernah kejadian, anggota pepabri tidak ada keluarga. Ya tidak ada keluarga mau urus, untung kita sudah terbentuk pepabri di Sentani, ya sudah lah, sehingga kita dari pepabri yang mengurus sampai kepada pemakaman,” katanya.
Ridwan juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat.
“Namun sinergi dengan pemerintah terus dilakukan, karena kita terbentuknya Pepabri memang harus bekerjasama dengan instansi-instansi terkait, khususnya Pemda, TNI, maupun Polri,” pungkasnya.[Yat]










