427 Atlet Bulu Tangkis se-Tanah Papua Ikuti Mandala Series 2026

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Sebanyak 427 atlet bulu tangkis dari berbagai daerah di Tanah Papua mengikuti Turnamen Badminton Mandala Series 2026 yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Wiguna Kalli Acai, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Turnamen yang mempertemukan atlet-atlet dari Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya tersebut resmi dibuka Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM, pada Sabtu (3/10/2026) sore.

Pembukaan turnamen turut dihadiri Ketua PBSI Provinsi Papua Max Olua, Ketua PBSI Kota Jayapura M. Izak, SE, Pembina PB Mandala Rudi Maswi, Owner PB Mandala Farida Maswi, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan shuttlecock secara bersama oleh Wakil Wali Kota Jayapura, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan dimulainya pertandingan.

Kompetisi Mandala Series 2026 mempertandingkan berbagai kelompok umur, mulai dari Pra Usia Dini, Usia Dini, Usia Anak, Pemula, Remaja, Taruna hingga kategori Dewasa.

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan pihak PB Mandala yang telah menyelenggarakan turnamen tersebut.

“Pemerintah Kota Jayapura menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia penyelenggara Turnamen Badminton Mandala Series 2026. Kegiatan ini memberikan ruang dan kesempatan bagi generasi muda, khususnya atlet usia dini, untuk berkompetisi dan mengembangkan bakat mereka di bidang bulu tangkis,” katanya.

Menurutnya, kejuaraan tersebut bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan mengukur kemampuan dengan atlet dari berbagai daerah di Tanah Papua.

“Ini menjadi kesempatan bagi anak-anak kita untuk belajar, melihat teknik bermain dan mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah di Tanah Papua,” ujarnya.

Rustan juga menilai kegiatan seperti Mandala Series dapat mempererat persahabatan dan persaudaraan antarklub bulu tangkis di Tanah Papua.

“Dengan adanya pertandingan ini, persahabatan dan persaudaraan antarklub se-Papua Raya dapat semakin kuat. Kita berharap ke depan semakin banyak atlet yang berkembang dan mampu membawa nama Papua di tingkat nasional,” katanya.

Ia menambahkan, turnamen tersebut juga dapat menjadi salah satu sarana bagi PBSI untuk memantau atlet-atlet muda yang memiliki bakat dan potensi untuk dikembangkan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Ini juga menjadi ruang bagi PBSI untuk melihat siapa saja yang memiliki talenta dan potensi untuk dijaring ke tingkat nasional,” jelasnya.

Selain prestasi, Rustan menilai olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Dengan aktif dalam kegiatan olahraga, anak-anak dapat lebih fokus pada pendidikan dan kegiatan positif sehingga terhindar dari berbagai perilaku negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika, minuman keras, dan hal-hal yang dapat merusak masa depan mereka.

Diikuti 427 Atlet

Ketua Panitia Pelaksana Mandala Series 2026, Stefen Sabon, mengatakan turnamen tahun ini mengalami peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jumlah peserta tahun ini mencapai 427 atlet dari berbagai daerah di Tanah Papua. Tahun lalu sekitar 300 peserta, sehingga tahun ini peningkatannya cukup luar biasa,” kata Stefen.

Menurutnya, peserta tidak hanya berasal dari Kota Jayapura, tetapi juga dari sejumlah daerah di Tanah Papua. Bahkan, beberapa peserta dari luar daerah tiba di Jayapura menggunakan transportasi laut.

Pertandingan dijadwalkan berlangsung mulai 3 hingga 9 Oktober 2026. Selain nomor berdasarkan kelompok umur, panitia juga mempertandingkan kategori ganda dewasa untuk turut memeriahkan Mandala Series 2026.

“Tujuan utama kami adalah menjaring atlet-atlet muda, khususnya dari kelompok usia dini, agar ke depan mereka bisa menjadi atlet yang mampu bersaing hingga tingkat nasional,” ujarnya.

Stefen juga menyampaikan apresiasi kepada Owner PB Mandala, Farida Maswi, serta Pembina PB Mandala, Rudi Maswi, yang secara konsisten mendukung pelaksanaan turnamen tersebut.

Cetak Atlet dari Tanah Papua

Sementara itu, Owner PB Mandala, Farida Maswi, mengatakan Mandala Series merupakan kegiatan yang diupayakan berlangsung secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan olahraga bulu tangkis di Tanah Papua.

Ia mengaku senang melihat tingginya antusiasme atlet muda untuk mengikuti kejuaraan tersebut.

“Saya sangat senang melihat antusiasme anak-anak di Papua mengikuti kejuaraan ini. Saya berharap dengan semakin seringnya event seperti ini digelar, akan lahir atlet-atlet yang nantinya bisa mengharumkan nama Papua,” kata Farida.

Menurutnya, peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun menunjukkan semakin tingginya minat atlet dan masyarakat terhadap olahraga bulu tangkis.

“Dari tahun ke tahun kita melihat antusiasmenya semakin meningkat. Jumlah peserta yang banyak juga membuat kualitas pertandingan dan persaingan semakin baik, sehingga menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus berkembang,” ujarnya.

Farida berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan. Menurutnya, pembentukan mental merupakan bagian penting dalam proses menjadi atlet yang baik.

“Yang jelas harus ada sportivitas. Kita ingin membentuk mental pemain agar mereka menjadi atlet yang baik dan benar,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Mandala Series yang berdekatan dengan agenda olahraga lainnya di Papua juga dimaksudkan untuk membantu peserta dari luar daerah. Dengan biaya transportasi yang relatif mahal di Papua, penyelenggara berupaya mengatur agenda agar peserta dari daerah dapat mengikuti beberapa kegiatan dalam satu perjalanan.

Ke depan, Farida membuka kemungkinan Mandala Series dikembangkan lebih luas hingga menjangkau kawasan Indonesia Timur.

“Ke depannya kami merencanakan Mandala Series bisa dibuka untuk wilayah Indonesia Timur. Mudah-mudahan dapat berkembang dan menjadi kejuaraan yang semakin besar,” ujarnya.

Farida menilai tingginya animo anak-anak Papua terhadap bulu tangkis menjadi modal penting untuk melahirkan atlet berprestasi dari Tanah Papua.

“Kita senang melihat semakin banyak anak-anak Papua yang terlibat. Mudah-mudahan ke depan mereka bisa mengikuti kejuaraan tingkat nasional dan kita bisa melihat munculnya atlet-atlet Papua yang berprestasi,” pungkasnya. [loy]