
JAKARTA, PapuaSatu.com – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (IOH mencatatkan kinerja positif pada paruh pertama tahun 2026.
Pertumbuhan didorong transformasi menjadi perusahaan telekomunikasi dan telco berbasis Artificial Intelligence (AI) serta efisiensi aset dan pengembangan infrastruktur digital.
Hal tersebut disampaikan President Director & CEO IOH, Vikram Sinha dalam saat media update di Jakarta, Selasa (28/7/2026), yang berlajgsung secara off line dan online.
“Di Indosat, kami dipandu oleh tujuan besar untuk memberdayakan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Ia menyebut momentum finansial dan operasional perusahaan bergerak ke arah yang tepat.
“Saya senang dapat menyampaikan bahwa momentum finansial dan operasional kami, baik itu fokus menjadi perusahaan telekomunikasi maupun telco yang berbasis AI, hingga pengembangan AI Center of Excellence di Indonesia, semuanya bergerak ke arah yang tepat,” katanya.
Secara angka, Indosat membukukan hasil kuat.
“Mengenai angka-angka kinerja, kami mencatat pertumbuhan pendapatan mendekati 13 persen secara tahunan dan laba bersih meningkat hampir 50 persen secara tahunan,” ungkap Vikram.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan ARPU (Average Revenue Per User) sebesar 17 persen secara tahunan.
“Metrik penting yang perlu diperhatikan adalah bahwa sebagian besar pertumbuhan kami didorong oleh peningkatan ARPU, yang tumbuh 17 persen secara tahunan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari strategi menjadi perusahaan asset-light, Indosat telah merampungkan pemisahan aset serat optik melalui kemitraan dengan Ansari Group.
“IOH terus berfokus untuk menjadi organisasi yang asset-light. Sebagai bagian dari langkah tersebut, kami telah memisahkan aset serat optik kami melalui kemitraan dengan Ansari Group. Proses ini telah rampung dan kami telah menerima dananya,” ujar Vikram.
“Sebagai bagian dari transaksi ini, dana sebesar hampir Rp 11,7 triliun rupiah telah kami terima. Hal penting lainnya adalah ini baru permulaan; perusahaan ini telah dibentuk dan Indosat memegang 49 persen saham, sehingga kami sangat fokus untuk mengembangkan skala perusahaan ini,” tambahnya.
Kemitraan ini juga akan digunakan untuk ekspansi jaringan serat optik dan layanan FTTH (Fiber-to-the-Home) menyongsong era 5G.
“Kami terus bekerja sama dengan mitra kami, Ansari Group, tidak hanya untuk mengembangkan bisnis inti, seperti perluasan jaringan serat optik yang akan sangat krusial saat kita memasuki siklus investasi 5G, tetapi juga untuk mengembangkan bisnis layanan rumah dan FTTH,” katanya.
“Melalui platform ini, kami ingin menghadirkan berbagai peluang baru dalam era super-cycle AI. Bagi kami, ini akan menjadi platform infrastruktur AI dan infrastruktur digital yang memberikan dampak signifikan bagi Indonesia,” pungkasnya.
Di sektor AI, Indosat mencatat pertumbuhan signifikan dari layanan cloud berbasis AI dan keamanan siber.
“Terkait teknologi AI, ada dua hal utama yang pernah kami sampaikan pada acara Capital Market Day, layanan cloud baru berbasis AI dan keamanan siber. Saya senang dapat menyampaikan bahwa layanan cloud baru ini kini telah menjadi mesin pertumbuhan yang signifikan bagi Indosat,” ujar Vikram.
“Hingga semester pertama, kami telah mencatatkan pendapatan sebesar 33 juta dolar AS, dan total pendapatan kontrak untuk satu tahun penuh diperkirakan mencapai sekitar 113 juta dolar AS. Anda akan segera mendengar berbagai kabar penting dan menarik terkait hal ini,” jelasnya.
“Bagi Indosat, hal ini akan menjadi mesin pertumbuhan yang penting,” tegasnya.
Melihat kinerja positif, Indosat menaikkan target pertumbuhan.
“Kami senang dapat menyampaikan bahwa kami menaikkan proyeksi kinerja kami; dari kisaran pertumbuhan satu digit menengah hingga tinggi, kami meningkatkan target pertumbuhan pendapatan dan EBITDA agar mendekati angka dua digit,” kata Vikram.
Untuk mendukung ekspansi jaringan, Indosat mengalokasikan tambahan belanja modal.
“Terkait belanja modal, kami mengalokasikan tambahan investasi sebesar Rp10 triliun yang sepenuhnya ditujukan untuk pengembangan 5G,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pemerintah atas alokasi spektrum 5G di pita 2,6 GHz dan 700 MHz.
“Kami sangat disiplin dalam upaya mendapatkan spektrum tersebut, dan kini kami ingin memastikan bahwa hal ini memberikan manfaat bagi hampir 100 juta pelanggan kami,” jelasnya.
Seuingga, tambahan belanja modal sebesar Rp10 triliun sepenuhnya dialokasikan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.
“Dengan demikian, fokus kami adalah memperkuat kepercayaan terhadap identitas digital serta mempercepat pertumbuhan infrastruktur digital melalui tambahan spektrum ini,” pungkas Vikram.[yat]










