Dialog Kepemudaan, KNPI Papua Perkuat Kolaborasi Wujudkan Papua Cerah 2030 dan Indonesia Emas 2045

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Bertajuk “Kolaborasi Pemuda Papua Mengawal Asta Cita Menuju Papua Cerah 2030 dan Indonesia Emas 2045”, DPD KNPI Provinsi Papua menggelar dialog kepemudaan di Aula Lantai 9 Kantor Gubernur Provinsi Papua, Selasa (28/07/26).

Dialog kepemudaan yang digelar dalam Rangka HUT ke-53 KNPI, sekaligus Konsolidasi Pemuda Menuju Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) dan Musyawarah Daerah (MUSDA) XV DPD KNPI Provinsi Papua di Aula Lukmen 2 Lantai 9 Kantor Gubernur Papua, Dok II Kota Jayapura, Selasa (28/7/2026).

Asisten I Setda Provinsi Papua Yohanes Walilo menyampaikan apresiasi kepada DPD KNPI Papua atas terselenggaranya forum dialog yang dinilai strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda.

Dikatakan, Papua saat ini tengah menghadapi momentum bonus demografi yang harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan karakter, pendidikan, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Pemerintah Provinsi Papua memandang pemuda sebagai mitra strategis pembangunan. Karena itu, kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci dalam mewujudkan Papua Cerah 2030 dan mendukung Indonesia Emas 2045,” ungkapnya saat membuka dialog tersebut.

Di kesempatan sama, Ketua DPD KNPI Provinsi Papua Benyamin Gurik mengatakan bahwa tingginya tantangan yang dihadapi generasi muda, termasuk persoalan pengangguran, membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen kepemudaan dalam memberikan solusi.

Ia menjelaskan bahwa forum dialog tersebut menjadi wadah bagi para pemuda untuk menyusun rekomendasi yang nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Papua sebagai masukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan kepemudaan.

“Kami ingin pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi menjadi bagian dari solusi melalui gagasan, inovasi, dan keterlibatan aktif dalam setiap proses pembangunan di Tanah Papua,” ujarnya.

Ketua Panitia, Michael John Yarisetouw, dalam laporannya menyampaikan bahwa dialog kepemudaan diselenggarakan sebagai ruang bersama untuk menyalurkan aspirasi dan gagasan generasi muda Papua dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah dan nasional.

Menurutnya, forum tersebut lahir dari semangat kolaborasi berbagai pihak yang ingin memberikan ruang bagi pemuda agar dapat menyampaikan pemikiran secara konstruktif demi kemajuan Papua.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog yang menghadirkan Staf Khusus Menko Polkam RI Dr. Stepi Anriani, S.IP., M.Si., sebagai narasumber utama. Forum berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai isu strategis terkait pembangunan kepemudaan, penguatan wawasan kebangsaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta peran pemuda dalam mengawal implementasi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

Dialog yang digelar dalam bentuk diskusi dan dihadiri sekitar 250 peserta yang merupakan pengurus KNPI Kabupaten/Kota serta unsur pimpinan OKP di Papua, menghadirkan empat panelis, baik dari akademisi, legislatif, eksekutif dan Keyua Yayasan Colo Sagu.

Keempat panelis dihadirkan dalam satu panel bersama, untuk membedah peluang dan tantangan bonus demografi Papua dari perspektif ekonomi lokal, representasi legislatif adat, perencanaan pembangunan daerah, dan ekonomi pembangunan inklusif yang saling melengkapi.[yat]