
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Bank Mandiri menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) periode 2025-2029.
Dukungan nyata ini diwujudkan melalui penguatan ekosistem perumahan yang terintegrasi dari hulu ke hilir untuk mendorong pemerataan ekonomi, khususnya di wilayah Papua.
Hal tersebut ditegaskan dalam acara Sosialisasi Program Penguatan Ekosistem Perumahan Gotong Royong Bangun Perumahan, Rakyat Mandiri yang berlangsung di Aula Lukmen 2, Kantor Gubernur Papua Dok II, Kota Jayapura, Senin (22/6/2026).
Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Carnavian, Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri, serta jajaran pejabat pusat dan daerah. Hadir pula para pelaku industri perumahan mulai dari pengembang (developer), kontraktor, pemilik toko bahan bangunan, hingga 260 pelaku usaha UMKM dari sisi demand side.
Regional CEO Bank Mandiri Region XII/Papua, Antonius Budi Setiawan, yang hadir membacakan sambutan Direksi Bank Mandiri, menyampaikan bahwa program perumahan ini mengusung semangat kolaborasi besar.
“Kredit program perumahan yang disosialisasikan hari ini bukan hanya membuka akses pembiayaan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM di berbagai lini. Developer, kontraktor, toko bahan bangunan, serta pengusaha UMKM semuanya mendapatkan ruang untuk tumbuh,” ujar Antonius.
Melalui subsidi dari pemerintah, perbankan dapat menyalurkan kredit dengan modal murah bagi para pelaku usaha di dalam ekosistem perumahan.
“Inilah esensi dari gotong royong bangun perumahan: membangun rumah sekaligus membangun ekonomi rakyat. Kita tidak hanya menciptakan hunian yang layak, tetapi juga membuka lapangan kerja, mendorong perekonomian, dan memperkuat daya saing UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional,” tambahnya.
Sebagai agen pembangunan (BUMN), peran Bank Mandiri ini juga diharapkan mampu berkontribusi pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) demi tercapainya visi Generasi Emas Indonesia 2045.
Dukungan finansial Bank Mandiri pada tahun 2026 ini meningkat sangat signifikan. Plafond Kredit Program Perumahan (KPP) Bank Mandiri secara nasional tahun 2026 mencapai Rp1.500 Miliar (Rp1,5 Triliun). Angka ini melonjak tajam sebesar 328,6% dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp350 Miliar.
Hingga data per 15 Juni 2026, total realisasi nasional KPP Bank Mandiri telah mencapai Rp951,7 Miliar atau sebesar 63% dari total plafond. Rinciannya adalah sebagai berikut:
Plafond Supply Side (Nasional): Rp500 Miliar. Realisasi pencairan mencapai Rp330,6 Miliar (66%) dengan on progress Rp77,0 Miliar.
Plafond Demand Side (Nasional): Rp1.000 Miliar. Realisasi pencairan mencapai Rp621,1 Miliar (62%) dengan on progress Rp140,1 Miliar.
Khusus di wilayah Region XII/Papua, kinerja penyaluran kredit program perumahan mencatatkan angka yang sangat impresif, bahkan melampaui target awal plafond yang ditetapkan.
Total KPP yang disalurkan di Papua per 15 Juni 2026 menembus Rp34,7 Miliar atau mencapai 121,6% dari total plafond wilayah sebesar Rp28,5 Miliar.
Dalam kesempatan tersebut, AntAntonius menyampaikan rincian capaian di tanah Papua.
Yakni terkait Supply Side (Papua), dari plafond Rp15 Miliar, realisasi pencairan melonjak hingga Rp27,8 Miliar atau mencapai 185%, dengan on progress Rp3,5 Miliar. Bank Mandiri mencatat total potensi sebesar 59 nasabah dengan nilai Rp165 Miliar.
Dan untuk Demand Side (Papua), dari plafond Rp13,5 Miliar, realisasi pencairan mencapai Rp6,9 Miliar (51%) dengan on progress Rp1,5 Miliar. Total potensi ke depan tercatat 136 nasabah dengan nilai Rp42,8 Miliar.
Menutup sambutannya, Antonius menegaskan bahwa Bank Mandiri berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta seluruh pemangku kepentingan guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat luas.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Bank Mandiri. Semoga kolaborasi ini dapat berjalan lancar dan membawa manfaat yang besar bagi kita semua,” pungkasnya.[Yat]










