
JAYAPURA, PapuaSatu.com – PT Air Minum Jayapura (AMJ) Robongholo Nanwani (Perseroda) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 di halaman kantor pusat perusahaan, Senin (22/6/2026).
Upacara khidmat ini dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM.
Hadir dalam upacara tersebut Direktur Utama PT AMJ Robongholo Nanwani, Dr. H. Entis Sutisna, SE, MM, CGRM, jajaran manajer, dewan komisaris, seluruh staf dan karyawan, serta para mitra strategis perusahaan.
Usai upacara, dilanjutkan dengan acara syukuran berupa pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Asisten II Setda Kabupaten Jayapura, Dirut PT AMJ Robongholo Nanwani (Perseroda), dan pejabat yang hadir.
Wakil Walikota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM, menekankan pentingnya komitmen pelayanan prima kepada masyarakat. Menurutnya, kepuasan pelanggan adalah indikator utama keberhasilan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini.
“Kunci sukses PT AMJ Robongholo Nanwani ada di masyarakat. Kalau aliran air lancar dan pembayaran pelanggan lancar, maka kontribusi terhadap daerah dan pendapatan perusahaan juga pasti lancar. Perlu sinergi kuat antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat,” ujar Rustan Saru kepada wartawan usai upacara.
Ia membeberkan empat tantangan besar yang dihadapi oleh manajemen PT AMJ, yaitu: memastikan ketersediaan bahan baku air baku kapan pun dibutuhkan, meminimalkan angka kehilangan air (Non-Revenue Water) saat distribusi ke pelanggan, menjamin air bersih yang dialirkan sehat dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan dan menuntaskan penagihan piutang pelanggan yang masih tertunggak hingga saat ini.
“Tantangan terberat saat ini adalah pertumbuhan penduduk yang pesat, sehingga kebutuhan air semakin besar. Air adalah hajat hidup orang banyak, jadi harus kita jaga dan pelihara bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten II Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos, MKP, yang hadir mewakili Bupati Jayapura menyatakan dukungan penuh terhadap keberlangsungan pelayanan publik PT AMJ.
“Kami mengapresiasi kinerja seluruh manajemen dan para tukang ledeng yang terus mengoptimalkan pelayanan air bersih warga. Kami juga berkomitmen penuh dalam penanganan dan perlindungan sumber air di kawasan Cycloop, Danau Sentani, dan wilayah Kabupaten Jayapura pada umumnya,” jelas Abdul Rahman.
Ia juga berterima kasih atas kontribusi nyata PT AMJ terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jayapura yang mendukung pembangunan wilayah setempat.
Sementara itu, Direktur Utama PT AMJ Robongholo Nanwani (Perseroda), Dr. H. Entis Sutisna, SE, MM, CGRM, mengaku bangga dan termotivasi atas kehadiran serta dukungan penuh dari Pemerintah Kota dan Kabupaten Jayapura.
“Ini membuktikan komitmen kedua pemda sangat baik. Kami akan terus berbenah diri dan bersinergi dengan semua pihak, khususnya para ‘tukang ledeng’ di lapangan,” ungkap Entis.
Entis memaparkan bahwa PT AMJ kini telah melakukan lompatan besar di bidang teknologi untuk mempercepat respons pengaduan masyarakat.
“Alhamdulillah, kami sudah memiliki aplikasi CPDAM Pintar, PDAM Info, serta fasilitas Command Center untuk mempercepat pelayanan dan mengintegrasikan database kepelangganan,” urainya.
Ia juga memuji dedikasi karyawannya yang bergerak cepat mandiri tanpa pihak ketiga saat memperbaiki gangguan pipa Kojabu hingga tiga kali dalam sebulan terakhir dalam waktu 24 jam.
Menjawab tantangan keterbatasan sumber air, Entis mengungkapkan bahwa saat ini PT AMJ masih mengandalkan 23 intake lama tanpa adanya penambahan debit air baru selama 26 tahun terakhir. Guna mengatasi hal ini, pihak perusahaan telah menyiapkan dua rencana besar:
Pemanfaatan Air Danau Sentani: Proyek Water Treatment Plant (WTP) oleh pemerintah pusat direncanakan berlanjut pada tahun 2027. Air akan dialirkan ke reservoir Skyline, namun masih membutuhkan pembangunan dua reservoir baru di Skyline dan TMP.
Pemanfaatan Sumber Air Siborgonji 2: Proyek pembangunan intake senilai Rp60 miliar dari dana DED Pemerintah Provinsi ini diproyeksikan menambah pasokan air wilayah Abepura, Kotaraja, dan Entrop.
Meski proyek Siborgonji 2 sempat terhenti akibat aksi pemalangan oleh pemilik hak ulayat, Entis optimis masalah tersebut segera selesai. “Bapak Walikota telah menyiapkan anggaran Rp500 juta untuk diserahkan kepada masyarakat adat. Kami berharap masyarakat adat dan kita semua saling mendukung karena air merupakan kebutuhan yang sangat vital,” pungkasnya.
Jika Anda ingin mengembangkan atau merilis berita ini lebih lanjut, Anda dapat memberi tahu saya bagian mana yang perlu diperdalam, seperti detail target penyelesaian piutang atau jadwal mediasi dengan masyarakat adat Siborgonji.[yat]










