
SENTANI, PapuaSatu.com — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura berencana menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “UMKM Go Big” yang akan berlangsung pada 3–4 November 2026 mendatang.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, ST, M.Sos, mengungkapkan, kegiatan akan dilaksanakan dalam bentuk seminar dan lokakarya, akan digelar di Aula Lantai 2 Kantor Bupati Jayapura, dengan melibatkan 100 pelaku UMKM Orang Asli Papua di wilayah Kabupaten Jayapura.
Gustaf menjelaskan, “UMKM Go Big” berfokus pada tiga hal utama: digitalisasi, pembangunan merek, dan strategi pengembangan usaha.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara DPMPTSP Kabupaten Jayapura dengan PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) dan Smesco Indonesia.
“Produk yang bagus belum tentu menjadi merek yang dikenal. Di sini PANDI membantu membangun identitas dan keunikan merek UMKM, sedangkan Smesco Indonesia berfokus pada penguatan kapasitas usaha para pelaku UMKM,” ujar Gustaf.
Gustaf menegaskan bahwa kegiatan ini bukan berjalan sendiri. Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika juga akan dilibatkan.
“Ini adalah awal dari kolaborasi. Kominfo nanti akan berperan sebagai pendamping teknis agar hasilnya berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini menjadi semangat bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah untuk bekerja sama membina pelaku usaha,” ungkapnya.
Dikatakan, DPM-PTSP Kabupaten Jayapura ingin pelaku usaha tidak hanya pandai berjualan, tetapi juga memiliki legalitas usaha yang jelas dan mampu berkembang secara digital.
Melalui “UMKM Go Big”, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman UMKM tentang pentingnya transformasi digital, membantu UMKM memanfaatkan teknologi dan platform digital untuk mengembangkan usaha, dan membangun identitas dan merek yang kuat bagi produk UMKM
Selain itu, melalui kegiatan tersebut akan membekali peserta tentang strategi pembuatan konten yang menarik dan relevan, mengoptimalkan media sosial sebagai sarana pemasaran, dan membangun strategi bisnis digital yang berkelanjutan.[redaksi]










