
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Untuk menghasilkan produksi Kopi dan Kakao yang unggul dan berkualitas, Dinas Perkebunan Provinsi Papua menggelar kegiatan bimbingan teknis penyediaan benih tanaman penyegar, khususnya kopi dan kakao.
Ir.Asterius Sinaga,MM, Sepala Seksi Benih Tanaman Penyegar Dirjen Perkebunan salah satu narasumber pada kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan bimbingan teknis bagi petugas dan penangkar benih ini sangat penting, sebab kualitas produksi kopi dan kakao sangat ditentukan kualitas benih yang ditanam.
Dikatakan,pengembangan potensi kopi dan kakao di Papua sangat menjanjikan dan butuh benih bagus yang bersertifikat. “ Sebab hasil produksi itu 60% ditentukan benih,40 %nya factor pemeliharaan,”katanya kepada papuasatu.com,kemarin.
Dengan pembekalan ini, petugas dan penangkar benih ada kesamaan persepsi bagaimana menyediakan benih unggul dan bersertifikat, yang pada gilirannya dapat menghasilkan produksi kopi dan kakao unggul dan berkulitas.
“ Para peserta selain diberikan teori juga ada praktek langsung di lapangan, yaitu di Balai Benih di Besum,Kabupaten Jayapura, agar peserta benar-benar mengusai ilmu dan prakteknya,’’ katanya.
Sedangkan nara sumber melibatkan Direktorat Perkebunan, Balai Besar Surabaya yang selama melakukan masalah sertifikasi dan pengawasan benih serta Balitri yang selama ini meneliti tentang benih kopi dan kakao disamping Dinas Kehutanan Provinsi Papua.
“Rapat teknis ini dilakukan setiap tahunnya untuk mengedukasi petugas di lapangan, sebab selain masalah teknis, juga ada aturan-aturan yang perlu diketahui,”katanya.
Kegiatan diikuti 65 peserta dari petugas dinas dan para penangkar benih kopi dan kakao dari 10 kabupaten daerah sentra-sentra produksi kopi dan kakao. Antaralain, Kabupaten Pegunungan Bintang, Jayawijaya, Lanny Jaya,Dogia (petani kopi).
Sedangkan untuk Tanaman Kakao dari Nabire, Keerom,Sarmi,Kabupaten Jayapura, Timika dan Kabupaten Yapen (petani Kakao), berlangsung sejak tanggal 7 sd/8 Desember di salah satu hoteldi Jayapura. [sn/sony]










