Pemkot Jayapura Gelar Pelatihan UMKM: Dorong Produk Lokal Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

Asisten II Setda Kota Jayapura didampingi Sekretaris Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Jayapura saat berdialog dengan peserta latihan 40 UMKM
Asisten II Setda Kota Jayapura didampingi Sekretaris Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Jayapura saat berdialog dengan peserta latihan 40 UMKM

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Perindagkop dan UMKM) menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Peningkatan Pendataan, Kemitraan, Kemudahan Perizinan, Penguatan Kelembagaan dan Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan Pengusaha UMKM Kota Jayapura Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung di Hotel Horison Kotaraja, Rabu (29/7/2026) dan diikuti 40 orang pelaku UMKM binaan se-

Pelatihan dibuka oleh Asisten II Setda Kota Jayapura, Abdul Majid.

Dalam sambutannya ia menegaskan komitmen Pemkot dalam memacu perkembangan UMKM berbasis kearifan lokal.

“Pemerintah Kota Jayapura dengan kearifan lokalnya terus memacu perkembangan UMKM. Dukungan ini merupakan bentuk afirmasi pemerintah dalam pengembangan UMKM dengan penyusunan aturan dan kebijakan,” ujar Abdul Majid.

Ia mengingatkan, di era globalisasi saat ini UMKM memiliki peluang besar untuk bertumbuh hingga pasar internasional. Namun ada prasyarat yang harus dipenuhi.

“Di era globalisasi saat ini telah membuka pintu peluang bagi UMKM Indonesia untuk bertumbuh dan bersaing di pasar internasional. Namun perlu diingat bahwa untuk dapat bersaing di pasar global, UMKM harus terus meningkatkan kualitas produk, melakukan inovasi, serta memahami peraturan dan standar yang berlaku,” jelasnya.

“Jadi melalui kegiatan di Dinas Perindagkop dan UMKM kita harus segera naik kelas, tidak saja kita di tingkat nasional mengajak kepada tingkat global. Kita harus dorong semua produk-produk ini harus bisa masuk mall-mall, dan untuk bisa masuk di mall itu harus memenuhi syarat ketentuan,” tambahnya.

Abdul Majid menekankan pentingnya legalitas dan standar agar produk UMKM bisa diterima pasar yang lebih luas.

“Di antaranya sebagaimana perintah undang-undang itu adalah produk halal yang nanti akan ditambahkan penguatan kepada kita semuanya,” katanya.

“Pemerintah Kota Jayapura melalui Perindagkop dan UMKM menyelenggarakan pelatihan ini dengan tujuan nyata untuk membekali para pengusaha UMKM binaan dengan instrumen bisnis yang lengkap dan legal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya transformasi digital dan kepatuhan pajak.

“Strategi perluasan pasar berbasis online lewat digital marketing ini sangat penting di era digital. Serta pemenuhan kewajiban dan kesadaran pajak usaha,” tegasnya.

Abdul Majid berharap pelatihan ini menjadi percepatan bagi UMKM untuk berkembang. Kota Jayapura disebutnya sebagai barometer ekonomi di Tanah Papua.

“Kota Jayapura adalah barometer kemajuan dan titik terbang utama ekonomi di tanah Papua. Oleh karena itu besar harapan saya agar melalui pelatihan ini pengusaha UMKM yang hadir di ruangan ini benar-benar bisa naik kelas, naik level. Karena itu pemerintah kota Jayapura tidak ingin para pengusaha UMKM jalan di tempat,” ujarnya.

“Jadi kita harus naik level. Mudah-mudahan melalui forum-forum ini percepatan-percepatan itu bisa kita capai. Jadi semuanya nanti kita akan diberikan wawasan yang luas supaya semua produk kita itu bisa diterima oleh pangsa pasar yang luas,” pungkasnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengusaha serta membekali para pengusaha UMKM binaan dengan instrumen bisnis yang lengkap dan legal agar mampu dan mandiri dalam mengembangkan usaha.

Dengan penguatan pendataan, kemitraan, kemudahan perizinan, dan koordinasi antar pemangku kepentingan, Pemkot Jayapura optimis UMKM lokal dapat tumbuh, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi perekonomian daerah.[yat]