Pertamina MOR VIII Siapkan 20 Unit Mobil Tangki BBM Selama Natal

Caption : General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku-Papua, Iim Febrian didampingi, Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region VIII, Brasto Galih Nugroho, dan Manager Retail Fuel Marketing Region VIII, Fanda Chrismianto saat memberikan keterangan pers di B-One Resto, Kamis (6/12/2018). Foto : Ayu Vhino/PapuaSatu.com
Caption : General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku-Papua, Iim Febrian didampingi, Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region VIII, Brasto Galih Nugroho, dan Manager Retail Fuel Marketing Region VIII, Fanda Chrismianto saat memberikan keterangan pers di B-One Resto, Kamis (6/12/2018). Foto : Ayu Vhino/PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku – Papua menyiapkan sebanyak 20 unit mobil tangki industry, untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan dan overtime mobil tangki reguler terhadap lonjakan pengiriman BBM selama perayaan natal 2018 dan menyambut tahun baru 2019.

“Pertamina sudah menyiapkan langkah antisipasi  selama perayaan natal dan tahun baru nanti juga telah menambah tonase (kapasitas muat) kapal menjadi 20 unit serta menaikkan ketahanan stok di TBBM MOR VIII Gasoline sebesar 9%, Gasoil sebesar 15%, Kerosene 15% dan Avtur 10%,” Menager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku-Papua, Iin Febrian.

Menurutnya, untuk memperlancar kebutuhan BBM,  Pertamina MOR VIII menunjuk 14 agen dan 28 pangkalan siaga guna memaksimalkan SPBU sebagai etalase, stabilisator harga Elpiji 12kg, Bright Gas 5,5kg untuk kebutuhan LPG rumah tangga di periode Natal dan Tahun Baru.

Untuk memberikan pelayanan yang baik selama periode libur natal dan tahun baru, kata Febrian, Pertamina juga telah bekerjasama dengan Bank,  serta melakukan koordinasi dengan  Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, dan Hiswana Migas untuk kelancaran guna membantu Satgas yang sudah dibentuk sejak  November 2019.

Febrian menuturkan, Satgas yang dibentuk lebih awal  dibandung tahun sebelumnya yakni 29 November 2018 lalu dan sudah mulai berkoordinasi di lapangan hingga akhir 8 Januari 2019 mendatang.

“Satgas yang bentuk ini akan memastikan kehandalan sarana dan fasilitas penerimaan, penimbunan dan penyaluran BBM di seluruh lokasi. Juga memonitor stok BBM dan LPG di seluruh wilayah dengan sistem komputerisasi,” ujarnya.

Sementara itu mengenai pasokan LPG, Pertamina juga melakukan build-up stock dan menambah alokasi LPG non PSO sekitar 15 – 23% serta memonitor pengiriman dari supply point dan stock-in  transit (dari  supply point ke agen).

Bahkan lanjutnya,  Pertamina mempersiapkan sarana fire & safety di masing-masing lokasi untuk mengantisipasi semarakya kembang api pada saat malam tahun baru 2019, dan memastikan kepatuhan aspek HSSE (Health, Safety, Security, dan Environtment) agar proses penyaluran BBM dan LPG selama periode Satgas berjalan dengan lancar. [ayu/loy]