Stok Beras Untuk PON Papua Aman

512

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Perum Bulog Regional Papua dan Papua Barat siap memenuhi stock beras untuk kebutuhan konsumsi para atlit dan official selama pelaksanaan PON XX tahun 2020 di Provinsi Papua.

“Kami siap mendukung kebutuhan konsumsi para atlit dan official selama PON 2020 mendatang, Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Papua dan Papua Barat, Fauzi Muhammad kepada wartawan di Kota Jayapura, Rabu (21/3/2018).

Mengenai  kuota kebutuhan Stock Beras, Fauzi  akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah sehingga nanti Stok beras bisa tertampu dan bisa mencukupi kebutuhan cabang olahraga. “Kami harus lebih dulu koordinasi karena saat ini saja untuk kebutuhan beras penduduk Kota Jayapura, 1 hari membutuhkan 100 ton lebih beras,” katanya.

Ia menjelaskan, pasokan beras untuk Papua sendiri masuk dari Sulawesi, Jawa Timur dan juga Merauke. “Ada yang dari Merauke yang diperkirakan pada bulan Maret ini dan April sudah panen. Nabire kita tampung semua,” ujarnya.

Sementara itu Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Papua, Elia I Loupatty menantang Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua untuk memastikan bahwa di tahun 2020 atlit dan tamu yang terlibat dalam penyelenggaraan PON misalnya untuk kebutuhan sayur mayur di Papua bagi para atlit dan harus berkoordinasi ahli gizi harus terpenuhi selama ajang pesta olahraga ini.

“Sebab setiap gizi yang ada di cabang olahraga pasti bebeda – beda, sehingga ini yang harus mereka jaring. Karena banyak yang terkait,” kata Loupatty.

Pasalnya penyelenggaraan PON di Papua akan diselenggarakan pada lima cluster. “Saat ini mereka harus memutuskan. Timika di dukung wilayah mana saja. wilayah Lapago, Meepago ini harus dilihat yang tanaman pangan. Karena secara teknis mereka harus tau lahan yang tersedia dimana saja,”kata Loupatty.

Disisi lain Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua, Semuel Siriwa menjelaskan bahwa dalam penyusunan program kegiatan instansi yang dipimpinnya itu, akan lebih detail.

“Kita akan melakukan evaluasi terkait program kegiatan di 2019, termasuk didalamnya bagaimana kita menyikapi pelaksanaan PON 2020,”ucapnya.

Sebab program kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 nanti, tentunya akan berdampak di tahun 2020. Sebab kalau di tahun 2020 baru mulai menyusun programnya. Tentunya akan terlambat.  [Piet]