Tekan Laju Inflasi BI, Pemprov dan Pemkot Gelar Pasar Murah

Tekan Laju Inflasi BI, Pemprov dan Pemkot Gelar Pasar Murah

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Guna menekan inflasi jelang hari besar keagamaan Bank Indonesia  bekerjasama  dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengadakan Pasar Murah yang digelar di Taman Imbi Kota Jayapura, Selasa (06/06/2018).

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua Joko Supratikto mengatakan  pasar muara pengendalian inflasi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan jelang Hari Raya Idul Fitri maupun hari besar lainnnya karena masa –masa itu kebutuhan bahan pokok masyarakat meninggkat  yang juga mengakibatkan harga- harga di pasar meningkat.

“Pasar murah ini merupakan saah satu bentuk  interfensi harga yang ada di pasar  dan pada bulan mei ini provinsi papua mengalami inflasi yang cukup tinggi mencapai 0,79 persen dan sama juga yang dialami kota jayapura,” kata  Joko.

Pasar mura yang digelar ini menyajikan berbagai macam komuditas yang dibutukan oleh masyarakat yang dipasarkan dalam 24 stan yang disediakan sehingga tujuan dari pasar murah ini untuk menjaga inflasi agar  tetap terkendali pada  level yang rendah.

Lanjut Joko, Transaksi pembayaran dalam pasar murah yang digelar ini menggunakan sitim transaksi non tunai artinya semua pengunjung yang hendak membeli bahan pokok yang diperdagangkan harus terlebih dahulu melakukan penukaran uang tunai  di stan Bank yang telah disediakan  yaitu, Bank Papua, BRI dan BNI.

“Seluruh transaksi yang dilakukan di pasar mura ini  mengunakan perangkat atau instrument non tunaibaik kartu ATM bank manapun  serta menggunakan uang elektronik ,”tuturnya.

Kesempatan itu, Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano mengatakan, pemerintah berkewajiban menjaga kestabilan harga  serta ketersediaan Sembilan bahan pokok bagi masyarakat khususnya masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Hari ini pemerintah hadir  dengan menyediakan pasar murah bagi masyarakat yang tidak mampu. Saya tidak mau hari ini datang orang kaya yang memborong barang –barang ini dan kemudian pergi menjual kembali,” tegasnya.

Dikatakan, Tim Penanggulangan Infasi Daerah telah melakukan pengawasan di lapangan  dan menjamin ketersediaan sembilan bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat tercukupi termasuk  harga bahan pokok  yang terus dikendalikan.

“Saya pesankan kepada para distributor di kota jayapura untuk tidak melakukan penimbunan Sembilan bahan  pokok dan tidak menaikan harga  bahan pokok pada bulan ramadhan sampai Idul Fitri,” tegasnya [moza/loy]