Bupati Jayapura Panen Raya Ubi Jalar di Kelurahan Dombonsolo

0
729
Salah seorang angota Kelompok Tani Usaha Bersama saat memanen ubi jalar
Salah seorang angota Kelompok Tani Usaha Bersama saat memanen ubi jalar

SENTANI, PapuaSatu.com – Menyambut keberhasilan Kelompok Tani Usaha Bersama (KTUB)  Wenda, Kogoya, Wanimbo, Wakerkwa (Weko-Wanim) yang mengolah lahan tidur di Kehiran, Kelurahaan Dobonsolo, Kabupaten Jayapura, menjadi ladang yang ditanami ubi jalar, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si berkenan melakukan panen raya perdana ubi jalar, Kamis (8/10/20).

Didampingi Ketua PKK Kabupaten Jayapura, Ny. Magdalena Luturmas Awoitauw, Bupati Jayapura memanen ubi jalar dari KTUB Weko-Wanim seluas 4 hektar tersebut.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si menyampaikan terima kasih kepada KTUB Weko-Wanim sebab disaat sekarang ini, mereka tetap bekerja sambil berkebun dengan swadaya.

“Ini sebagai bukti, bahwadiantara mereka meskipun bekerjasama dengan tuan tanah terlihat jalinan yang bagus diantara keduanya. Diharapkan seperti ini terus dibangun suasana kekeluargaan dan persaudaraan sebab mungkin itu lebih kuat,” ungkapnya.

Bupati juga menyatakan terima kasihnya, karena imbauan kepada warga untuk kembali ke kebun di masa pandemic Covid-19 direspon baik oleh masyarakat dan telah terlihat hasilnya, dan bisa menunjang ketahanan pangan di Kabupaten Jayapura khususnya dan di Papua pada umumnya.

“Terima kasih kepada kelompok tani Weko-Wanim atas kerja kerasnya sehingga bisa membantu dalam upaya ketahanan pangan di kabupaten ini,” ungkap bupati.

Pembina Kelompok Tahi Weko-Wanim, Irene Syaranamual Fele, yang juga anggota Komisi C di DPRD Kabupaten Jayapura mengungkapkan bahwa panen raya tersebut merupakan panen perdana.

Ia pun berharap adanya perhatian, tidak hanya dari dinas pertanian dan holtikultura dan dinas ketahanan pangan, namun juga dinas perindustrian juga bisa melirih untuk mengarahkan warga agar bisa menyerap hasil panennya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura, David Zakaria, S.Pt mengatakan, mengatakan bahwa komoditi ubi jalar dan sejumlah tanaman umbi-umbian, seperti  hipere, syafu, yara, bete dan keladi, yang menjadi sumber pangan khas di Papua tersebut akan terus dikembangkan kedepannya.

“Ini akan berkesinambungan, secara konsisten, kontinyu ini akan terus diolah dan dikembangkan lahan ini supaya produksinya tidak terhenti,” katanya.

Pihaknya pun merencanakan untuk mengarahkan komoditi umbi-umbian agar bisa diolah menjadi produk yang berbasis industry, sehingga produksi panen yang melimpah bisa terserap dengan baik di pasaran.[yat]