Optimalkan Zakat, Baznas dan Pemda Kabupaten Jayapura Tandatangani MoU

0
247
Ketua Baznas Kabupaten Jayapura, dr. H. Tri Mulyadi saat menandatangani MoU bersama Bupati Jayapura yang diwakili Asisten I Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri,MKP yang disaksikan pimpinan UIN Sunan Kalijaga Jogyakarta, Selasa (17/3/20)

SENTANI, PapuaSatu.com – Guna lebih mengoptimalkan dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah melalui pemotongan langsung gaji para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Jayapura, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas Kabupaten Jayapura dan Pemerintah Kabupaten Jayapura melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Penandatanganan yang digelar di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, Selasa (17/03/20), ditandatangani oleh Ketua Baznas Kabupaten Jayapura, dr. H. Tri Mulyadi dan Bupati Jayapura yang diwakili Asisten I Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri,MKP yang disaksikan pimpinan UIN Sunan Kalijaga Jogyakarta.

Penandatanganan MoU tersebut, dirangkaikan dengan pembagian bantuan pendidikan bagi siswa-siswi SD, SLTP, SLTA dan penandatanganan MoU antara Baznas Kabupaten Jayapura dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Joyakarta terkait KKN 10 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jogyakarta di Kabupaten Jayapura.

Terkait zakat melalui potong gaji langsung tersebut, DR. H. Tri Mulyadi mengungkapkan, sudah ada surat edaran dari bupati, namun belum optimal.

“Kita sudah mengkaji ada 345 orang muslim yang menjadi ASN di Kabupaten Jayapura, sedang yang 50 wajib hukumnya membayar zakat penghasilan karena gajinya minimal Rp 5,25 juta,” ungkapnya.

Dengan pendapatan tersebut, ASN yang bersangkutan berkewajiban membayar zakat Rp 1,25 juta untuk satu tahun.

Sedangkan untuk ASN yang gajinya dibawah Rp 5,25 juta, diharapkan dapat menyisihkan pendapatannya untuk infak.

Untuk dana dari pengumpulan zakat, pihak Baznas hanya bisa menyalurkannya kepada delapan asnab, yaitu fakir, miskin, gharim (orang berhutang), Riqab (hamba sahaya), mualaf, ibnu sabil dan amil zakat.

Sedangkan infak bersifat lebih fleksibel, sehingga bisa digunakan untuk bantuan sosial maupun pengembangan ekonomi rakyat.

Bupati Jayapura dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan, Abdul Rahman Basri, MKP, menyatakan dukungan dan apresiasinya kepada Baznas atas terselenggaranya MoU tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Jayapura berharap melalui kerjasama pengoptimalan zakat melalui pemotongan gaji, akan menghasilkan komitmen dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan daerah maupun tujuan pemb nasional,” ungkapnya.

Terkait MoU dengan UIN Sunan Kalijaga terkait dengan KKN sekitar 10 orang mahasiswanya di Kabupaten Jayapura mendatang, akan fokus pada pengembangan agro industri.

  1. Feri Yulianto, M.Psi selaku dosen pembimbing lapangan bagi mahasiswa yang akan KKN mengungkapkan, pihaknya memiliki program unggulan yang dinamakan Papua Emas atau Papua Ekonomi Masyarakat Sejahtera.

“Jadi di program Papua Emas ini kita akan melakukan pendampingan bagaimana masyarakat-masyarakat yang hanya bercocok tanam, kita kembangkan dengan SDA plus SDM, sehingga mereka memiliki nilai jual yang lebih tinggi lagi,” ungkapnya.[yat]