Seorang Pria Berusia 60 Tahun Cabuli Dua Bocah di Kompleks Perumahan BTN Sentani

0
1491
Ilustrasi pencabulan yang dilakukan seorang pria kepada bocah
Ilustrasi pencabulan yang dilakukan seorang pria kepada bocah

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Seorang pria berusia 60 tahun berininsial H. RI  terpaksa berurusan dengan kepolisian Resor Jayapura.

Warga perumahan BTN Doyo Samping Polres Doyo Sentani Kabupaten Jayapura ini diduga mencabuli dua bocah kaka beradik masing-masing bernama,  bunga berusia 7 tahun (nama samaran) dan melati berusia 8 tahun (nama samaran).

Perbuatan bejat itu diketahui pada hari Minggu, 27 September 2020. Dan akhirnya, pelaku H.RI langsung dilaporkan ke polisi untuk diproses hukum sesuai perbuatan yang dilakukan.

Peristiwa itu diketahui saat orang tua korban keluar dari komplek untuk pergi belanja, lalu ia melihat pelaku memboncengi kedua anak putrinya beserta satu anak pelaku hendak memasuki kompleks rumahnya.

Hanya saja, orang tua korban tidak tidak berpikiran bahwa pelaku melakukan perbuatan bejat kepada kedua putrinya karena kedua putrinya sering bermain di rumah pelaku bersama anaknya.

Terungkapnnya perbuatan pelaku ketika putrinya bernama bunga yang berusia 7 tahun (nama samaran) melaporkan bahwa pelaku melakukan pelecehan diatas motor saat diantar ke rumah.

“Dengan Polos anak saya melaporkan ketika dibawah keliling naik motor di komplek memasukan tangan pelaku di kemaluan anak saya,” jelas orang tua korban bernama A.

Sontak kejadian itu, A selaku orang tua korban langsung melaporkan ke Polres Jayapura  dengan membawa anaknya untuk memberikan keterangan resmi.

A pun menceritakan bahwa pelaku sudah melakukan perbuatan dua kali. “Pertama, dilakukan kepada anak saya pada bulan Desember 2019 lalu.  Dan kedua dilakukan kepada putri saya yang baru berusia 7 tahun,” paparnya kepada media, pada Rabu 30 September 2020.

A mengakui bahwa awalnya ingin melaporkan perlakuan bejat pelaku pada pertama kali dilakukan kepada anaknya yang pertama, pada bulan Desember 2019 lalu namun sempat diampuni karena ada permintaan maaf baik pelaku maupun istrinya sendiri.

Namun perbuatan yang dilakukan kepada anaknya kedua, A terpaksa melaporkan ke pihak kepolisian untuk diproses hukum. Pasalnya, pelaku tidak hanya melakukan kepada kedua anaknya namun hampir 13 orang anak-anak kompleks sudah sering dilakukan.

“Perlaku ini bukan hanya kepada anak saya, tapi juga kepada anak-anak lainya melakukan perbuatan pencabulan. Jadi kami minta segera dihukum sesuai UU yang berlaku tanpa ada toleransi, karena ini perilaku yang tidak baik. Kami juga sudah melaporkan ke Lembaga Bantuan Hukum LBH Abepura, dan beberapa instansi terkait seperti Perlindungan anak dan perempuan Kabupaten Jayapura Papua,” pungkasnya. [miki]