Siapkan Pangan Lokal Pada Pon 2020, Dinas TPH Gandeng P4S

0
229
Caption : Kepala Dinas TPH Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, S.P., M.M. Foto : Ist/PapuaSatu.com
Caption : Kepala Dinas TPH Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, S.P., M.M. Foto : Ist/PapuaSatu.com

SENTANI, PapuaSatu.com – Pemanfaatan pangan lokal secara masif dinilai mampu memberikan kontribusi positif untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional, khususnya di Provinsi Papua dalam pelaksanaan PON XX Tahun 2020 mendatang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, S.P., M.M., mengungkapkan, lembaga P4S yang berpusat di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan ini tertarik untuk mengajarkan masyarakat di Kabupaten Jayapura untuk mengolah sagu karena melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan dari tanaman tersebut.

“Jadi pertama P4S ini, mereka memperkenalkan kehadiran mereka di Kabupaten Jayapura, pusatnya P4S itu ada di Kota Makassar dan namanya itu Cahaya Duta Palili, nah dari situ mereka buka cabang di Jayapura dan mereka ini bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian, jadi bukan hanya sagu saja, tetapi mereka juga bisa olah hasil pertanian yang lain,” ucap Adolof Yoku saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (20/2/2019) sore.

Dikatakanya,  Sampai saat inimemang mereka baru masuk di dua kampung yaitu, Kampung Kwadeware dan Kampung Abar, kehadiran mereka juga sudah sangat membantu masyarakat setempat.

“Jadi kita lihat pusat pelatihan ini sudah melakukan pelatihan yang baim karena dari hasil pelatihan itu mereka suda bisa mengolah sagu menjadi kripik, kue kering dan tepung yang berasal dari bahan dasar sagu,” ujarnya.

Ia juga mengaku, kedepan kelompok atau pusat pelatihan ini akan melakukan pelatihan yang lebih luas lagi kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Jayapura tentang bagaimana caranya untuk mengolah sagu menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis tinggi.

“Jadi, mereka ini akan melakukan pelatihan lebih luas lagi kedepannya dan tidak hanya di Kampung Kwadeware dan Kampunh Abar saja, tetapi kalau ada daerah yang punya potensi sagu, maka mereka akan masuk untuk melatih masyarakat adat agar bisa memanfaatkan sagu menjadi bahan-bahan pangan yang lebih baik lagi,”ungkapnya. [tyi]