1099 Lebih Bakal Relawan Daftar ke KPA Papua

2092
Caption : Ketua Harian KPA Papua, Yan Matuan saat menyampaikan sambutan di hadapan puluhan relawan pelatihan dan penyuluhan HIV-AIDS, di Hotel Enang, Hawai-Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura pada, Kamis (24/1) kemarin.
Ketua Harian KPA Papua, Yan Matuan saat menyampaikan sambutan di hadapan ratusan relawan di Hotel Enang, Hawai-Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura

SENTANI, PapuaSatu.com – Untuk memberikan perhatian penuh terhadap masalah HIV/AIDS di daerah-daerah yang ada di Provinsi Papua, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua siap merekrkut 500 relawan di 28 kabupaten dan satu Kota.

Namun perekrutan itu, KPA mencatat sebanyak 1099 bakal relawan mendaftar ke KPA Provinsi Papua. Perekrutan ini sebagai bentuk upaya Pengurus KPA Papua yang baru dibawah kepemimpinan Yan Matuan untuk bersama-sama memberantas penyakit HIV AIDS di tanah Papua sekaligus menyelamat orang-orang tersisa orang asli Papua.

Bakal relawan yang direktur tersebut akan diseleksi kembali dalam beberapa minggu ke depan, sebab kuota sekitar 500 orang untuk direktur menjadi Tim Relawan KPA Provinsi Papua.

Kemudian yang ketiga adalah Meepago terdiri dari Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai. Keempat Laapago terdiri Wamena, Yahukimo, Nduga, Tolikara, Lanny Jaya dan Yalimo. Sedangkan kelima Animha terdiri Merauke, Asmat, Mappi dan Boven Digoel.

“Perekrutan 500 relawan dari setiap daerah ini akan disaring berdasarkan kemampuan anggaran yang ada dan juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat,” kata Yan Matuan kepada wartawan saat ditemui di Hotel Enang, Hawaii, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (1/2/2019) siang.

Menurut Yan Matuan, dari lima wilayah adat tersebut, pihaknya akan mulai masuk ke tiap-tiap kabupaten untuk mendirikan kantor Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) serta membentuk para pengurus KPAD.

“Nah dari lima wilayah adat ini, kita akan mulai masuk dengan per kabupaten. Jadi, masing-masing kabupaten harus ada kantor Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) beserta semua pengurusnya,” paparnya. Jika di daerah-daerah itu anggarannya mencukupi, maka kami di KPA Papua akan kembali merekrut lagi para relawan dengan anggaran yang tersedia,” bebernya.

Ketika ditanya terkait relawan di KPA Provinsi Papua, kata Yan Matuan, pihaknya juga akan kembali merekrut tenaga relawan sesuai dengan kapasitas dan profesional. Baik teknis mapun non teknis dalam hal ini dokter dan juga tenaga perawat, yang mempunyai perhatian penuh kepada masalah HIV-AIDS.

“Jadi, untuk masuk ke dalam tim medis KPA Papua itu harus dilakukan, karena dari tahapan tugas pokok pertama KPA itu terdapat empat divisi. Yakni, divisi promosi, divisi pencegahan, divisi penindakan dan juga divisi rehabilitasi,” kata Yan Matuan diakhir wawancaranya. [mi/ayu/loy]