274 Calon Prajurit Secaba TNI AD Ikuti Sidang Seleksi Pantuhir

1708
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit, S. Sos. Saat memimpin sidang seleksi Pantuhir penerimaan Calon Bintara PK TNI AD sumber Reguler Tahun 2018 di Aula Tonny A Rompis Makodam XVII/Cenderawasih, Rabu (12/9/2018).

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit, S. Sos. memimpin pelaksanakan sidang seleksi Panitia Penentuan Akhir (Pantuhir) penerimaan Calon Bintara PK TNI AD sumber Reguler Tahun 2018 di Aula Tonny A Rompis Makodam XVII/Cenderawasih, Rabu (12/9/2018).

Sidang Pantuhir tersebut diikuti oleh 274 orang peserta calon prajurit Secaba TNI AD.

Dalam sidang tersebut, tampak diikuti oleh Kasdam XVII/Cenderawasih selaku Wakil ketua , Aspers Kasdam selaku sekretarias, Irdam, Danrindam, Kakesdam, Kajasdam, Kaajendam serta para Asistem Kasdam dan panitia seleksi lainnya.

“Sidang ini merupakan tahap akhir dari rangkaian seleksi penerimaan calon Bintara TNI AD Panda Jayapura,” ungkap Pangdam.

Oleh sebab itu, kata Pangdam, dalam kegiatan sidang tersebut diperlukan kecermatan dalam meneliti hasil penilaian yang dicapai para calon selama mengikuti seleksi sesuai dengan standar minimal penilaian yang telah ditetapkan oleh panitia.

“Dan kebijakan pimpinan hendaknya dijadikan pertimbangan utama dalam menentukan kriteria seorang calon prajurit,” jelasnya.​

​Pangdam berharap kepada panitia, agar dapat menemukan calon Bintara yang memiliki tingkat kecakapan, penampilan,  ilmu pengetahuan,  mental ideologi dan kesehatan yang telah siap untuk melaksanakan pendidikan, sehingga pada akhirnya mereka dapat menjadi  prajurit TNI AD yang berkualitas.

“Sejak awal saya sangat berharap seleksi ini juga dapat menjaring putra-putra asli Papua terbaik untuk diterima menjadi prajurit TNI AD. Karena pada dasarnya setiap pemuda Indonesia memiliki hak yang sama untuk mengabdi sebagai prajurit TNI tanpa adanya diskriminasi,” ujar Pangdam.

Namun, lanjut Pangdam, tentunya tanpa mengabaikan persyaratan standar yang telah ditentukan oleh panitia pusat, mengingat bahwa seluruh prajurit TNI harus memiliki standar kualitas yang sama secara Nasional.[yat]