
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) melalui jajaran Babinsa terus melakukan pendampingan terhadap masyarakat dalam mendukung sepenuhnya program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo.
Demikian disampaikan Asisten Teritorial (Aster) Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Mayjen TNI Supartodi saat melakukan panen raya padi bersama masyarakat zeluas 6 Ha di Koya Barat, distrik Muara Tami-Kota Jayapura Provinsi Papua , pada Sabtu (5/4/2018).
Semangat yang dilakukan prajurit TNI-AD bersama masyarakat di Papua merupakan salah satu program untuk mencapai swasembada pangan sehingga masyarakat tani dapat menikati hasil perekonomiannya untuk kesejahteraan keluarga dan masyarakat seluruhnya.
“Harga beras di Papua per kilo bisa mencapai 10.000 dan diatas harga yang ditetapkan oleh bulog atau negara sebesar 8.000. Tentunya ini sudah baik. Petani akan sejahtera karena masyarakat tani terus melakukan gebrakan untuk menanam padi,” ujarnya.
Untuk itu Supartodi berharap jika nanti produksi masyarakat melimpah maka Bulog sebagai perpanjangan tangan pemerintah akan turun tangan membeli hasil produksi padi milik masyarakat.
Sementara itu Khorudin Kono selaku PJS Sekda Kota Jayapura mengatakan, perlu diketahui bahwa kawasan yang musti dipanen adalah 5500 Hektar, sedangkan yang telah dipanen sekitar 4200 Hektar.
” Kami menyampaikan terimakasih kepada Kelompok tani Wilayah Koya Barat yang telah menyukseskan panen raya padi. Kami atas nama pemerintah Kota Jayapura akan terus mendukung kinerja dari para kelompok tani dalam mewujudkan pangan yang berkualitas, bergizi tinggi dan mantap,” ujar Khorudin.
Iapun memberikan apresiasi kepada TNI-AD atas kerjasamanya dalam hal memberikan kemanan, kenyamanan, dan perhatian lebih terhadap pertanian sehingga para petani ini dapat bekerja dengan baik tanpa merasa takut akan gangguan dari luar kedepannya.
“Kami harapkan di semua jenis pertanian dapat berjalan dengan baik pula sehingga tidak hanya padi saja namun semua sektor pertanian dapat memperlihatkan hasil yang baik,” harapnya.
Sementara itu Pangdam XVII/Cenderawasih dalam sambutan tertulisnya yang bibacakan Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI I. Nyoman Cantiasa mengatakanpangan yang bermutu, bergizi dan berimbang merupakan suatu persyaratan dalam menunjang kesehatan, kemakmuran, kesejateraan rakyat.
“Pemenuhan pangan dan gizi merupakan faktor penting dalam usaha pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas guna meningkatkan daya saing bangsa, untuk itu panen raya padi yang kita laksanakan pada hari ini di harapkan dapat mewujudkan kemandirian, kedaulatan dan ketahanan pangan sehingga Provinsi Papua mampu mencapai Swasembada Pangan ” ujar Kasdam.
Dikatakannya, Kodam XVII/Cenderawasih akan terus bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat tani untuk membangun pertanian di daerah. Hal ini sejalan dengan amanah konstitusi yang tercantum di dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI AD dalam memperdayaan wilayah pertahanan di darat.
Dalam konteks tersebut maka TNI AD dituntut mampu mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh dalam menghadapi ancaman yang salah satunya dengan mendukung terwujudnya ketahanan pangan secara nasional yang mantap.
“Selain itu rakyat adalah pendukung dan penguat TNI AD dalam setiap tugas yang di emban, manunggal dengan rakyat TNI AD Kuat, hal inilah yang selalu melandasi TNI AD dalam melaksanakan tugas dan aman dengan penuh hati, dan sebaik-baiknya tanpa mengabaikan kesiapsiagaan oprasional satuan,” ujar Kasdam.
Pada panen raya ini juga diserahkan bantuan mesin pertanian (Hand Tractor) sebanyak 14 unit, secara simbolis oleh Mayjen TNI Supartodi S.E Msi kepada Meryono yang mewakili Kelompok Tani Koya Barat. [loy]










