
ABEPURA, PapuaSatu.com – Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf J. Binsar P. Sianipar melaksanakan acara tatap muka dengan FKPPI se-Jayapura dan Pemuda Panca Marga (PPM), termasuk Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD), di Aula Praja Wira Yakthi Makorem 172/PWY, Abepura, Jayapura, Rabu (4/7).
Danrem menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang ingin disampaikan kepada FKPPI dan PPM serta PPAD untuk bisa membantu Pemerintah, TNI dan Polri dalam melaksanakan tugas kedepannya.
“Ada beberapa hal yang kami angkat di sini yakni masalah bela Negara, masalah narkoba termasuk juga imbauan kami untuk mendukung pemerintah dalam melaksanakan Pilkada damai. Sekarang dalam proses akhir dari Pilkada proses perhitungan dan pleno,” katanya.
Lebih lanjut, Danrem mengharapkan agar FKPPI dan PPM bisa menjadi agen-agen untuk memberikan suasana yang damai, menyuarakan suasana yang damai di wilayah kerjanya masing-masing. Karena mereka ini tersebar di semua instansi yang ada di pemerintahan dan masyarakat.
“Nah, sudah tepat kiranya saya menyampaikan ini kepada mereka sehingga mereka bisa menjadi corong-corong kita juga, corong-corong pemerintah untuk melakukan dan menyuarakan kedamaian di wilayah terkait dengan Pilkada, termasuk juga tadi kita mengingatkan kembali tentang peran kita dalam bela Negara dan menghadapi bahaya narkoba yang sekarang ada di masyarakat,” katanya.
Peran generasi muda Papua yang diharapkan dalam memerangi narkoba saat ini menurut Binsar, bisa dengan menyuarakan bagaimana bahaya narkoba, bagaimana Negara ini sudah darurat narkoba kepada orang-orang disekitar mereka, di lingkungan tempat tinggal hingga ke seluruh kalangan masyarakat.
“Saat ini, apabila tidak ada aksi dari semua kalangan masyarakat itu percuma, kalau cuman BNN dan TNI dan Polri percuma, jadi semua instansi dan semua kalangan masyarakat harus terlibat. Nah, kami korem menyuarakan itu kepada masyarakat agar mereka ikut bahu membahu secara bersama-sama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Danrem juga mengungkapkan terkait keterbatasan personel yang menjadi salah satu alasan dalam menjaga wilayah perbatasan yang menjadi pintu masuknya peredaran narkoba dari Negara tetangga ke wilayah Indonesia.
“Ada sekitar 172 jalur tikus di perbatasan yang tidak bisa kami awasi satu persatu. Untuk itu, kami berharap kepada masyarakat untuk dapat membantu kami apabila ada pelintas batas illegal, mereka bisa melaporkan segera kepada babinsa atau kepada aparat terkait sehingga hal tersebut dapat diminimalisir,” tegasnya.[yat]










