Dansat Adalah Ujung Tombak dan Pahlawan Bagi TNI AD

2321

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit menyebutkan bahwa Komandan Satuan (Dansat) merupakan ujung tombak dan pahlawan yang telah berbuat banyak untuk TNI-AD khususnya di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih.

Hal tersebut disampaikan dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI  I Nyoman Cantiasa dalam pada pembukaan  Apel Dansat di Rindam Ifar Gunung, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (05/04/2018).

Lebih lanjut dikatakannya, program ini rutin Kodam XVII/Cendrawasih selenggarakan tiap tahunnya untuk menyamakan pemahaman para komandan satuan tentang pokok-pokok kebijakan pimpinan TNI AD dan Kodam XVII/Cenderawasih.
“Hal lain yang perlu dipahami, semakin beratnya tuntutan tanggung jawab pimpinan atau dansat. Namun saya berharap agar kondisi tersebut tidak melemahkan semangat para Dansat yntuk tetap berbuat yang terbaik bagi satuan dan lingkungannya,” ujar Kasdam.

Kasdam berpesan bahwa kehadiran sosok pimpinan di tengah-tengah anak buah bukanlah untuk ditakuti atau dihindari, tetapi ditunggu-tunggu untuk bersama-sama memajukan satuannya. “Saya berharap agar para komandan satuan benar-benar menanamkan prinsip bahwa kehadirannya bukanlah menambah masalah, tetapi menjadi bagian dari solusi,” ujar Kasdam.

Pada kesempatan ini Pangdam melalui Kasdam menyampaikan pedoman yang harua dilaksanakan. Pertama, tahun 2018 merupakan tahun politik. Para prajurit di jajaran Kodam XVII/Cenderawasih agar memegang teguh netralitas TNI dari tingkat atas sampai satuan paling bawah.

Kedua, seleksi Casis Diklapa Ii khususnya kesegaran jasmani ke depan rencananya akan menggunakan sensor dan digital dalam penilaian garjas A dan B. Untuk itu para Dansat agar membina dan menyiapkan anggotanya dengan sebaik-Baiknya.

Ketiga, seiring dengan majunya teknologi Perwira harus memahami IT dan terus meningkatkan kemampuan para prajurit dalam menggunakan teknologi dengan bijak dan bermanfaat.

Keempat, keberadaan istri sangat penting dalam mendorong karir suami maupun sebagai anggota organisasi, istri prajurit, wanita karir dan anggota masyarakat. Untuk itu, perlu membangun diri dan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam setiap kesempatan.

Kelima, tinggalkan menejemen ketakutan. Kehadiran pimpinan menjadi solusi bukan menambah masalah. Keenam, tetap semangat, tulus dan iklas dalam bekerja. [abe]