Dengan Pendekatan Humanis, Anggota OPM Serahkan Senjata Organik ke Yonif 756/Wimane Sili

1776

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Seorang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilaporkan telah memilih berhenti bergerilya di hutan dan menyerahkan senjata organik jenis mouser yang selama ini dipegangnya untuk diserahkkan kepada aparat TNI.
Satu pucuk senjata tersebut diserahkan anggota OPM yang dirahasiakan namanya demi keamanan dirinya dan keluarga, di SP 5 Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, hari Jumat (26/10/2018).
Senjata diterima langsung oleh Komandan Kompi B Yonif 756/WMS Kapten Inf Thomson Panjaitan bersama Pasiops Yonif 756/WMS Lettu Inf Robby Putra.
Mantan anggota OPM tersebut menyerahkan senjata karena merasa bersimpati kepada TNI dan sudah hidup bersama-sama dengan masyarakat,
“Seseorang yang mengaku mantan anggota Organisasi Papua Merdeka itu mengakui bahwa selama ini telah mendapatkan kemudahan untuk melaksanakan kegiatan kepemudaan dan ibadah di gereja yang terlaksana dengan baik dan mendapat fasilitas dari TNI berupa peminjaman tenda dan kursi,” ungkap Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, S.E.

Personil Yonif 756/WMS yang menerima senjata organis jenis mouser dari mantan anggota OPM

Selain itu, juga melihat program pembangunan yang dinilai begitu pesat dan mulai menyentuh hati rakyat di pedalaman Papua.
Hal itu, seperti aliran listrik sudah masuk di kampung-kampung sehingga honai menjadi terang, jalan Trans Papua yang menghubungkan Jayapura-Wamena yang sudah bisa dilalui meski belum diresmikan, namun sudah dapat dirasakan yaitu dengan turunnya harga kebutuhan bahan pokok.
“Hal ini membuat sang ‘mantan’ yang tidak mau disebutkan namanya (untuk alasan keamanan diri dan keluarga) untuk menghubungi Komandan Batayon Infanteri 756/WMS Mayor Inf Arif B Situmeang tentang keinginan menyerahkan senjata yang tidak boleh dimiliki/dikuasai oleh masyarakat secara ilegal,” ungkapnya lagi.
Komandan Korem 172/PWY, Kolonel Inf Jonathan Binsar Sianipar yang mendapat laporan dari Danyon Infanteri 756/WMS tentang adanya mantan anggota OPM tersebut, memerintahkan untuk menindak lanjuti dengan melakukan pendekatan yang humanis tanpa mengabaikan faktor keamanan.
Selanjutnya Komandan Batalyon Infanteri 756/WMS yang bermarkas di Wamena, memerintahkan Perwira seksi operasi dan komandan kompi B yang bermarkas di Lereh untuk bertemu dengan masyarakat tersebut.
“Pertemuan berlangsung di SP 5 Distrik Yapsi Kabapaten Jayapura berlangsung dengan penuh mengharukan. Masyarakat menyambut baik kedatangan perwira dan prajurit dari Batalyon Infanteri 756/WMS,” ungkapnya lebih lanjut.
Setelah penyerahan 1 pucuk senjata berjenis Mouser no seri 2099T berikut 5 butir munisi Kal 7,62 m, mantan anggota OPM juga berjanji akan terus mengajak saudara-saudaranya yang masih di hutan untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dan melihat pesatnya pembangunan di Papua, serta bersama-sama membangun Bangsa.
Kolonel Inf Jonathan Binsar Sianipar pun berterima kasih atas kepercayaan masyarakat dan menghimbau masyarakat agar bersama-sama bergandengan tangan untuk menjamin keamanan sehingga program pembangunan Nasional di Tanah Papua yang kita cintai ini dapat terlaksana. “Semoga dalam waktu yang tidak lama lagi Papua akan segera sejajar dengan daerah lain di Indonesia, dalam hal pembangunan. Baik dari segi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan dan kesehatan maupun infrastruktur,“ jelas Danrem.
Untuk diketahui, bahwa penyerahan satu pucuk senjata berjenis Mouser no seri 2099T berikut 5 butir munisi Kal 7,62 mm kepada ke pihak TNI tersebut, merupakan kelanjutan dari penyerahan 1 pucuk senjata berjenis Mouser yang dilakukan pada 19 February 2018 lalu.[yat]