Di Bandara Mopah Merauke, KASAD Disambut Prosesi Adat Marind

1208
KSAD Jenderal TNI Mulyono saat menerima pengalungan bungan dan pemakaian topi kebesaran adat Marind oleh Ketua LMA Merauke di Bandara Mopah, Kamis (4/10/2018)

MERAUKE, PapuaSatu.com – Untuk memimpin jalannya upacara HUT TNI Ke-73 mewakili Panglima TNI, kedatangan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono, Kamis (4/10/2018) sore disambut dengan prosesi adat pemakaian mahkota dan pengalungan bunga oleh Ketua LMA Kabupaten Merauke, Ignasius Ndiken, diiringi tarian adat khas suku Marind yang merupakan suku pribumi tanah Anim Ha.

“Selamat datang Bapak KASAD, kami masyarakat adat Marind menerima bapak sebagai anak adat,” ungkap Ignasius sesaat sebelum memakaikan topi kebesaran adat Marind.

Tampak turut dalam penyambutan tersebut, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjend TNI George L. Supit; Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Yakobus Marjuki; Kasdam, Bupati Merauke, dan sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Merauke.

Setelah beristirahat sejenak di ruang VIP Bandara Mopah Merauke, selanjutnya KASAD Mulyono meninjau pelaksanaan bhakti sosial di Tugu Hati Kudus Bandara Mopah, yang dihadiri ribuan warga yang mendapatkan pengobatan massal dan menerima bantuan pada baksos tersebut.

Di tempat baksos, KASAD Mulyono secara simbolis menyerahkan bantuan kaki palsu, kursi roda, alat bantu pendengaran, sembako, kunci rumah milik veteran, warakawuri dan masyarakat yang direhab dan bantuan lainnya kepada perwakilan masyarakat Merauke yang ditunjuk.

Selain itu, juga menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah lembaga pemerintah maupun swasta yang telah menjadi mitra dalam menyukseskan rangkaian agenda dalam rangka HUT TNI Ke-73 Tahun 2018. Diantaranya ada Bupati Merauke, sejumlah perbankan, LSM dan lain-lainnya.

KASAD Jenderal TNI Mulyono  saat membacakan amanat Panglima TNI Hadi Tjahjono, mengajak semua yang hadir untuk memanjatkan doa sejenak agar Allah SWT meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Muntong.

“Demikian pula beban yang masih diderita saudara-saudara kita di Lombok, semoga kekuatan dan ketabahan menyertai saudara-saudara kita dalam upaya memulihkan kembali kondisi sebagaimana sedia kala,” ujarnya.

KSAD Mulyono juga mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat 100 ton beras dari Bupati Merauke, guna disalurkan kepada korban gempa di Sulawesi tengah.

“Terima kasih atas partisipasinya, insya Alloh nanti akan diangkut oleh Angkatan Laut menggunakan KRI Banjarmasin dibawa ke Makassar, nanti dari Makassar akan disalurkan kepada saudara-saudara kita di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Muntong,” ujarnya.

Peresmian pelaksanaan bakti sosial HUT TNI ke-73 oleh KSAD Jenderal TNI Mulyono

Kata KASAD, dengan bakti social yang merupakan perwujudan dari bentuk kepedulian social TNI, diharapkan semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Untuk Tahun 2018, bhakti sosial digelar secara bersamaan di dua wilayah ujung Indonesia, yaitu Sabang dan Merauke.

“Hal ini menggambarkan bahwa TNI siap mendarmabaktikan dirinya kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta seluruh rakyatnya di berbagai penjuru tanah air, tandasnya.

Dalam rangkaian peringatan HUT TNI ke-73, juga telah dilaksanakan rehab rumah bagi para veteran, warakawuri dan masyarakat, sebanyak 20 unit di Sabang dan 16 unit di Merauke, serta pembangunan gedung PAUD Kartika Jaya.

Selanjutnya bakti social juga akan dilaksanakan di wilayah NTB pada awal Bulan November mendatang.

Pada saat yang bersamaan juga akan dilaksanakan marathon internasional yang akan diikuti 10 ribu peserta, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Kegiatan bakti sosial tersebut, terlaksana berkat kerjasama dengan oase kabinet kerja, Kementrian Kesehatan RI, Dharma Pertiwi, Pemda provinsi maupun kabupaten/kota serta para mitra-mitra TNI.

Koordinator Bhaksos dalam rangka HUT TNI Ke-73, Brigjen (Laut) Andriani, dalam laporannya mengungkapkan bahwa, baksos yang bertujuan untuk menumbuhkan rada semangat dan solidaritas serta soliditas antara TNI dan rakyat, dalam rangka mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menargetkan 11500 pasien untuk dilayani di tiga wilayah, yaitu Sabang, Merauke dan Lombok.

Sedangkan tenaga medisnya, yaitu melibatkan 175 dokter dan 209 paramedis.[yat]