
MERAUKE, PapuaSatu.com – Setelah terlibat dua kali baku tembak antara Satgas Gakkum TNI/Polri yang menimbulkan korban tiga orang tewas dari anggota Kelompok Sipil Separatis Bersenjata (KKSB) atau TPN-OPM, di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, aksi bersenjata mulai mereda.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi mengungkapkan gangguan-gangguan dari KKSB terhadap Satgas Gakkum yang telah menduduki markas KKSB pimpinan Goliat Tabuni tidak lagi muncul sejak kontak senjata terakhir pada Selasa (2/10/2018).
“Saat ini pasukan masih melaksanakan standby, kemudian melaksanakan pengamanan, memantau situasi dan informasi dimana letak-letak persembunyian mereka,” ungkap Kolonel Aidi saat ditemui wartawan di Bandara Mopah Merauke, Rabu (3/10/2018) sore.
Dikatakan, dapat dimungkinkan KKSB telah membaur dengan masyarakat. “Biasanya, ini menjadi kebiasaan, apabila terdesak, senjata mereka sembunyikan kemudian mereka membaur ke masyarakat, sehingga bukan tidak mungkin sekarang berada di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.
Ditegaskan bahwa pihaknya tetap terus mengantisipasi, karena apabila KKSB merasa kuat dan dianggap pasukan keamana TNI/Polri lemah baru menyerang. “Tetapi itu tetap kita antisipasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Aidi mengimbau agar KKSB dapat menyadari dan menyerahkan senjatanya pada aparat keamanan TNI/Polri, dan untuk itu ia menjamin keamanan dan keselamatannya.
“Dan kita tetap mengimbau kepada saudara-saudara atau rekan-rekan kita di sana, selalu terbuka seluas-luasnya apabila mereka mau menyerah dengan kesadaran sendiri, menyerahkan diri dengan menyerahkan senjata, maka kita ampuni, kita jamin keselamatannya, kita jamin keamanannya,” imbaunya.
Namun demikian, dikatakan, apabila jalan terakhir harus kontak senjata, maka resiko ditanggung masing-masing. “Mungkin akan beresiko pada pihak keamanan, beresiko juga di pihak mereka (KKSB),” tandasnya.
Disingung tentang kondisi jenazah tiga anggota KKSB yang tewas dalam dua kali kontak senjata, kata Kolonel Aidi telah diserahkan kepada masyarakat yang terdekat dari lokasi kontak senjata.[yat]










