
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Sebagai perwujudan pelaksaan reformasi birokrasi dalam lingkungan Kodam XVII/Cenderawasih. Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menandatangani fakta integritas bebas Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN).
Penandatangan yang berlangsung di Aula Tonny A Rompis Makodam XVII/Cenderawasih, diikuti seluruh pejabat Utama Kodam XVII/Cenderawasih, pada Kamis (13/12/2018) pagi.
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengatakan, pencanangan zona integritas menuju wilayah bebas KKN merupakan bagian dari ke-sungguhan kita dalam mengukuhkan diri untuk mencegah terjadinya KKN maupun mewujudkan wilayah bebas korupsi di-seluruh Satker Kodam XVII/Cenderawasih.
“Pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme merupakan target yang telah ditetapkan dalam institusi TNI Angkatan Darat yang modern. Fakta integritas ini sehingga mewujudkan terciptanya Birokrasi yang bersih dan bebas korupsi,” katanya.
Jenderal Bintang Dua ini juga berharap agar pencanangan zona integritas dapat memberikan perbaikan dimasa yang akan datang sebagai sebuah landasan yang kokoh untuk memacu para prajurit dan PNS Kodam XVII/Cenderawasih untuk senantiasa meningkatkan kinerja dan kompetensinya, agar terbebas praktek perbuatan tercela yang mencederai amanah rakyat.

Untuk itu, Pangdam menekan kepada peserta agar melaksanakan semua ketentuan dan aturan pemberantasan KKN, reformasi birokasi dan pelayanan publik yang tentunya didukung dengan pengawasan yang kon-sisten dan obyektif.
Keberhasilan pembangunan zona integritas sangat ditentukan oleh kapasitas dan kualitas integritas masing-masing individu, yang mempunyai relevansi dalam peningkatan kapasitas dan kualitas integritas dari organisasi dimana individu tersebut berada dan melakukan kegiatannya.
Kendati demikian, tegas Pangdam, jajaran Kodam XVII/Cenderawasih tidak semua sempurna, oleh karena itu banyak hal-hal yang harus perlu diperbaiki dan disempurnakan dalam pelaksanaan program reformasi birokrasi TNI-AD dalam meningkatkan kualitas birokrasi TNI sehingga tercipta budaya kinerja pada tingkat nasional.
“Saya mengajak kepada kita semua mari berbenah diri dengan segenap kesadaran agar kegiatan ini dapat tercapai sesuai harapan,” pungkasnya.
Sementara, 6 hal yang menjadi perhatian dalam menwujudkan reformasi birokarasi dilingkungan Kodam XVII/Cenderawasih yakni Penataan Tatalaksana, Penataan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), Penguatan Pegawasan, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dan keterbukaan informasi publik oleh seluruh satuan kerja dalam lingkungan Kodam XVII/Cenderawasih. [ws/loy]










