Pesawat Herkules Difokuskan untuk Misi Kemanusiaan, Atraksi Terjun Payung Ditiadakan

605
Suasana sosio drama yang cukup menarik perhatian ratusan pengunjung dating menonton jalannya gladi kotor di Bandara Mopah, Selasa (2/10/2018)

JAYAPURA, PapuaSatu.com Meski Hari Ulang Tahun TNI ke-73 Tahun pada 5 Oktober 2018 nanti merupakan hari yang sangat istimewa dan telah diagendakan diperingati dengan berbagai acara spektakuler, namun pihak Mabes TNI lebih mementingkan misi kemanusiaan penangulangan korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Profinsi Sulawesi Tengah.

Sehingga, satu agenda spektakuler yang telah dijadwalkan dalam rangkaian peringatan HUT TNI ke-73, yakni atraksi terjun payung oleh 73 penerjun ditiadakan.

Hal itu diungkapkan Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi saat ditemui wartawan di sela-sela memantau perisiapan peringatan HUT TNI Ke-73 di Bandara Mopah Merauke, yang hari Selasa (2/10/2018) memasuki tahap gladi kotor.

“Rencana ada atraksi terjun payung, sudah kita persiapkan, tapi karena ada peristiwa kemanusian di Poso (Donggala dan Palu), walaupun hari ini hari terbesarnya TNI, kita kesampingkan itu demi menyelamatkan jiwa manusia yang ada di sana,” ungkapnya.

Hal itu karena pesawat Herkules yang dibutuhkan untuk membawa penerjun saat beraksi nanatinya, saat ini sangat dibutuhkan dalam upaya evakuasi korban dan pendorongan logistic. Karena pesawat komersial tidak ada yang bisa, akibat kondisi bandara yang tidak memungkinkan.
“Karena sampai saat ini pesawat yang mampu untuk mendukung evakuasi dan pendorongan logistic di Palu dan Donggala itu hanya pesawat TNI. Ada beberapa pesawat kecil tapi tidak terlalu efektif. Kalau pesawat komersil yang jelas tidak bias,” jelasnya.

Namun demikian, bukan untuk maksud mengabaikan hikmatnya upacara di Bandara Mopah Merauke, tetapi pimpinan TNI menyatakan jauh lebih penting  misi kemanusiaan tersebut daripada pelaksanan seremoni.

Untuk persiapan peringatan HUT TNI ke-73 sendiri, Hari Selasa (2/10/2018) masuk tahapan gladi kotor, yakni sudah sekitar 85 sampai 90 persen dari seluruh tampilan saat peringatan HUT TNI ke-73 nanti.

Persiapan lebih lanjutnya adalah gladi bersih yang dijadwalkan Hari Rabu (3/10/2018) dengan jumlah pasukan maupun pengaturan waktu penampilan, sudah sama persis dengan yang akan dilaksanakan di hari H, tanggal 5 Oktober nanti.

Dalam rangkaian HUT TNI, kata Kolonel Aidi, banyak mata acara lain yang dilaksanakan di Papua, tidak saja di Kabupaten Merauke tapi juga di Jayapura.

Di Jayapura sendiri, menurut Kolonel Aidi pada 2 Oktober 2018 digelar pameran Alat Utama Sistem Perjenjataan (Alutsista).

Dan secara nasional digelar kirab merah putih yang dikawal pesawat tempur Sukhoi milik TNI dengan start di Pulau Sabang dan finis di Merauke, dapat disaksikan Hari Rabu (3/10/2018).

Selain itu juga digelar bhakti sosial selam dua hari (3-4 Oktober 2018) di kawasan Bandara Mopah Merauke.

Disingung tentang pemimpin atau inspektur upacara, Kolonel Aidi memastikan bahwa Presiden Jokowi yang semula dijadwalkan datang, sudah dipastikan tidak dapat hadir, sehingga digantikan oleh Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto.

“Sampai saat ini Panglima TNI yang dipastikan sebgaai inspektur upacara, mudah-mudahan tidak ada perubahan,” ungkapnya.[yat]