Satgas Paskhas Harus Mampu Mendeteksi Gangguan dan Teror

3192

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit menerima Satuan tugas (Satgas) Paskhas TNI-AU yang akan mejalankan tugas selama beberapa bulan kedepan di Bawah Kendali Operasi (BKO) Kodam XVII/Cenderawasih, Papua.

Upacara penerimaan tersebut dilaksanakan di Lapangan  Frans Kaisepo, Makodam XVII/Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Kamis (01/02/2018).

Dalam amanatnya Pangdam mengungkapkan peran bandara di daerah pedalaman Papua sangatlah penting bagi masyarakat.  Oleh sebab itu dirinya mengharapkan dengan kehadiran Satgas Paskhas sebagai satuan pengamanan bandara dapat menjamin rasa aman bagi seluruh aktivitas penerbangan di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih.

Pangdam juga berharap agar  personel Paskhas yang baru senantiasa mencermati lingkungan di daerah penugasan. “lakukan langkah-langkah deteksi dini dan mencega secara dini kmungkin terjadinya gangguan sabotase maupun terror terhadap sarana dan prasarana bandara dan penerbangan” kata Pangdam.

Pangdam juga menghimbau agar prajurit Paskas TNI-AU harus selalu siap dan mampu mengatasi berbagai kemungkinan dan kerawanan yang dapat terjadi. “jangan ragu dalam bertindak, laksanakan tindakan sesuai prosedur operasi dan hukum yang berlaku, agar tidak terjadi pelanggaran hukum dan hak asasi manusia” ujarnya.

Untuk mendukung keberhasilan tugas yang akan yang akan dilaksanakan, Mayjen TNI George Elnadus Supit menyampaikan beberapa penekanan dan harapan untuk dipahami, yaitu :

PERTAMA, laksanakan serah terima tugas dan tanggung jawab serta materiil secara teliti antara satgas lama dengan satgas baru, terutama di daerah yang dianggap rawan, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

KEDUA, pahami tugas pokok dan tugas lainnya dari pasukan satgas paskhas di wilayah KODAM XVII/Cenderawasih.

KETIGA, semua materi latihan pratugas yang telah diterima, agar diaplikasikan sesuai situasi yang dihadapi pada pelaksanaan penugasan di daerah operasi.

KEEMPAT, pelihara dan kembangkan loyalitas dan soliditas serta kerjasama antar sesama prajurit tni dan polri, ini akan mendasari terciptanya kebersamaan dengan seluruh aparat keamanan di daerah penugasan, sehingga tidak terjadi gesekan di lapangan serta pedomani sapta marga, sumpah prajurit dan delapan wajib tni dalam pelaksanaan tugas.

KELIMA, selalu waspada dan perhatikan faktor keamanan personel maupun materiil dalam setiap pelaksanaan kegiatan serta memonitor perkembangan situasi daerah operasi dan jangan terprovokasi ter-hadap situasi yang berkembang di lapangan yang dapat menimbulkan pelanggaran ham.

KEENAM, laksanakan koordinasi sebaik-baiknya dengan pihak yang berwenang terutama pihak kepolisian dan aparat pemerintah untuk mengantisipasi dan mengeliminir hal-hal yang tidak diinginkan selama penugasan.

KETUJUH, jaga kesehatan, karena ke-sehatan merupakan hal yang mutlak dalam mendukung pelaksanaan tugas.

Pada kesempatan tersebut Pangdam juga mengucapakan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Satgas Paskhas TNI-AU yang telah purna tugas. Atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas di Papua.

”kalian telah mengimplementasikan sapta marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI serta mampu berinteraksi dengan baik bersama masyarakat, sehingga terwujud situasi aman dan kondusif”.

”Pengalaman tugas di wilayah papua hendaknya dapat dijadikan sebagai bekal untuk menghadapi tugas-tugas dimasa mendatang. Selamat kembali ke kesatuan masing-masing, perhatikan faktor keamanan, hindari hal-hal yang dapat merugikan diri dan satuan. Ingat, keluarga tengah menunggu kehadiran kalian untuk berkumpul kembali. Sampaikan salam dan hormat saya kepada keluarga serta komandan satuannya atas keberhasilan pelaksanaan tugas di wilayah Papua” pungkasnya. [abe]