The Military Attache (Milat) Tour ke Papua

1883
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit dan Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar MH berfoto bersama rombongan the Military Attache (Milat) dari 19 Negara sahabat di Makodam XVII/Cenderawasih, Senin (9/7/2018)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kunjungan atase militer atau the Military Attache (Milat) yang merupakan Atase Pertahanan (Athan) dari puluhan Negara sahabat yang digelar rutin hampir setiap tahun tersebut, Senin (9/7/2018) siang tiba di Makodam XVII/Cenderawasih, disambut Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar MH.

The Military Attache (Milat) yang merupakan Atase Pertahanan (Athan) terdiri dari puluhan Negara sahabat termasuk Indonesia di dalamnya, seperti Australia, Belanda, Brunei, Ingris, Jerman, Jepang, Pakistan, Singapore, Spanyol, Thailand, Italy, Timor Leste, Philipina, Brazil, USA, Korea, Arab Saudi, New Zaeland dan lain-lainnya.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit dan Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar MH bersama Robert Plath (Atase Pertahanan Australia) dan sejumlah atase pertahanan negara sahabat dalam kunjungannya di Makodam XVII/Cenderawasih, Senin (9/7/2018)

Kunjungan (tour) rutin the Military Attaché (Milat) Tour  juga disambut Danlanud Jayapura dan para Pejabat Utama Kodam XVII Cendrawasih, yang dilanjutkan dengan foto bersama.

Peserta Milat Tour yang dipimpin Robert Plath (Atase Pertahanan Australia) sebagai Ketua Milat Corps Indonesia melakukan kunjungan ke institusi TNI dan Pemda di Papua untuk lebih mengenal TNI dan budaya Indonesia.

Robert Place, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa ada 40 orang atase yang ikut tour dari 19 negara.

“Ucapan terimaksih pada Pangdam dan jajaran yang telah terima kami dalam melaksanakan kunjungan ini,” ungkap Robert Plath.

Robeth Plath juga mengucapkan selamat kepada TNI, atas perannya dalam mendukung Pilkada yang baru saja dilaksanakan. Sehingga Pilkada telah berjalan dengan sangat aman dan terkendali.

“Saya yakin ini merupakan sebuah pembuktian sinergi antara TNI dan Polri,” tandasnya.

Menjadi tantangan bagi sebuah negara yang memiliki populasi lebih dari 100 juta penduduk saat melaksanakan pemilihan umum.

Berbeda dengan negara seperti Australia yang hanya memiliki populasi sebanyak 26 juta orang.

Namun, berlangsungnya Pilkada secara sukses menunjukkan demokrasi Indonesia yang dinamis dan sehat, serta mencerminkan sebuah komitmen negara, TNI dan Polri bersifat netral dan menjunjung sistem demokrasi.

“Dunia kita secara terus menerus semakin erat terhubung. Hal ini membuat hubungan pertahanan bilateral dan multilateral semakin positif dan bersahabat dan saling meningkatkan perdamaian, keamanan dan stabilitas untuk mendukung pembangunan ekonomi dan social,” ujarnya.

Sistem hukum internasional saat ini, kata Robert Path, menciptakan lingkungan untuk pengembangan dan kemakmuran Negara, namun sistem tersebut sedang menghadapi ancaman.

“Hubungan pertahanan dan kerja sama yang terjalin kuat mendukung dan membantu sistem hukum intemastional ini,” jelasnya.

“Saya mengucapkan selamat kepada pemerintah Indonesia dan khususnya TNI atas dukungannya dalam menegakkan hukum dunia melalui keterlibatan Indonesia dalam masalah keamanan regional, serta kontribusi nyata untuk kegiatan perdamaian dunia dipimpin oleh PBB,” sambungnya.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada Kapolda Papua yang berkenan hadir pada kegiatan tersebut.

“Terimakasih kepada rombongan atas kunjungan guna untuk mempererat hubungan antar negara sahabat,” ujar Pangdam.[yat]