Tim Sahli Panglima TNI Melakukan Audiensi Dengan Pangdam XVII/Cenderawasih

0
151
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, S.Ip saat berfoto bersama Tim Sahli Panglima TNI, Selasa (20/8/19)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Tim Staf Ahli (Sahli) Panglima TNI Bidang Ekonomi, Keuangan dan Perdagangan melakukan kunjungan dan beraudiensi dengan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, S.Ip, Selasa (20/8/19)

Tim Sahli Panglima TNI yang berjumlah 4 orang tersebut terdiri dari 3 orang Pati dan 1 Pamen yaitu Marsda TNI Nanang Santoso, Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI, Brigjen TNI Denny R.I. Masengi, Pa Sahli Tk. II Indag Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI, Brigjen TNI Gatot Sudjatmiko, S.I.P., Pa Ahli Bid. Banusia Panglima TNI dan Kolonel Cku Piter Irlan Sutanto, S.M., AKT, Pabut Ekku Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI.

Tim melakukan Audiensi dengan Pangdam XVII/Cen di Ruang Cycloop Makodam XVII/Cenderawasih selama 90 menit dengan didampingi oleh Irdam, Para Asisten Kasdam dan Kapok Sahli serta Pamen Ahli terkait.

Kunjungan Tim Sahli Panglima TNI ini dalam rangka mengumpulkan data-data tentang bidang ekonomi dihadapkan dengan Peran TNI dalam pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kemandiarian ekonomi dalam rangka mewujudkan stabilitas keamanan.

Selanjutnya bahan-bahan data tersebut akan dijadikan sebagai referensi maupun fakta pendukung dalam pembuatan kajian strategis dan saran masukan kepada Panglima TNI.

Selain dengan Pangdam XVII/Cenderawasih, rencana tim juga akan melakukan audiensi dengan pejabat Gubernur dan Kapolda Papua serta mengunjungi beberapa wilayah untuk melengkapi bahan/data yang diperlukan dalam penyusunan Kajian strategis tersebut.

Dalam sambutannya, Pangdam mengatakan bahwa untuk membuat suatu kajian tentang Papua, kita harus memahami tentang banyak hal terkait dengan Papua.

Diantaranya terakait sejarah, geodemokonsos, undang-undang serta kebijakan-kebijakan strategis yang berhubungan dengan kompleksitas permasalahan di Papua.

“Tidak cukup dengan hanya pemahaman teoritis tetapi perlu juga adanya peninjauan langsung turun ke wilayah-wilayah distrik yang ada di Papua, sehingga akan didapatkan fakta-fakta yang sebenarnya yang ada di lapangan, dengan demikian akan didapatkan deskripsi yang up to date dan valid,” ujar Pangdam.[yat]