TNI Siapapun yang Terlibat Berpolitik Praktis Siap Dipecat

568

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit kembali menginstruksikan prajuritnya untuk tidak ikut terlibat dalam berpolitik praktis pada pelaksanaan pemilukada serentak yang akan berlangsung di Papua.

“ prajurit TNI tidak boleh bermain api karena netralitas TNI dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pemilukada) sudah final sehingga tidak boleh melakukan kegiatan-kegiatan berpolitik praktis,” ungkap Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Enaldus Supit usai membuka Rapim di Makodam, Senin (19/2/2018).

Pangdam menegaskan, apabila ada prajurit yang terbukti ikut berpolitik praktis maka sanksi akan menantinya. “ tidak menutup kemungkinan hingga pemecatan. Kita melihat dari bentuk kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan prajurit bersangkutan,”  tegas dia.

Dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2018 di Papua, Pangdam menyebutkan, pihaknya akan bersinergi dengan pihak Kepolisian dan  keamanan yang merupakan tanggungjawab seluruh komponen masyarakat.  ” pengamanan bukan hanya milik TNI saja melainkan seluruh komponen bangsa, TNI dan Polri akan bersinergi untuk melakukan pengamanan khususnya pilkada nanti,” katanya.

Selain pengamanan pilkada, lanjut Pangdam, aparat keamanan juga menjadi focus pengamanan terhadap gangguan – gangguan yang dibuat oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB).

“ kita mengajak seluruh komponen bangsa menjaga keamanan dan kedamaian agar situasi kondusif di wilayah Papua dapat terjaga terus sehingga aktifitas masyarakat bisa terus berjalan normal,”harapnya.

Untuk itu Jenderal Bintang dua ini berpesan kepada keluarga besar prajurit Kodam XVII/Cenderawasih terutama para istri dan anak anak prajurit, agar menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. “Para istri dan anak-anak harus memberikan suaranya sesuai dengan hati nurani mereka masing – masing,” ujarnya.

Dikatakannya, pilkada ini adalah saatnya kita menentukan siapa pimpinan lima tahun mendatang.  “ saya sering menyampaikan bahwa sebagai warga negara yang baik yang patuh terhadap negara dan hukum dalam pesta demokrasi ini harus berpartisipasi,” kata Pangdam.

Bahkan ia mendesak agar seluruh prajurit tidak menggunakan fasilitas milik TNI dalam pelaksanaan pemilukada.  “Pesan ini disampaikan kepada seluruh prajurit hingga kesatuan terbawah,” tekan Pangdam.

Pada kesempatan itupula, Pangdam mengajak masyarakat untuk tetap memberikan hak pilihnya pada Pemilu kada yang akan berlangsung beberapa bulan kedepan. “memberikan hak pilih dan jangan Golongan Putih (golput),” pungkasnya. [pendam/loy]