300 Unit Rumah Bagi Korban Banjir Bandang Siap Dibangun di Kemiri Sentani

0
118

SENTANI, PapuaSatu.comSebanyak 300 unit rumah atau hunian tetap (Huntap) untuk korban banjir bandang dan longsor Sentani yang terjadi pertengahan bulan Maret 2019 lalu, siap dibangun.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Munardo bersama Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, dan Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi meletakkan batu pertama pembangunan Huntap tersebut,  Minggu (29/9/2019).

Sebanyak 300 unit Huntap ini akan  dibangun di Lokasi Relokasi Kemiri, Sentani, Distrik Sentani, merupakan bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi.

Peletakan batu pertama pembangunan huntap, disaksikan oleh Sekda Kabupaten Jayapura Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd., M.KP, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jayapura Drs. Sumartono, Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, sejumlah Pimpinan OPD di lingkup Pemkab Jayapura, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan tamu undangan lainnya, hadir dalam seremonial peletakan batu pertama pembangunan huntap di Lokasi Relokasi Kemiri, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Pembangunan huntap ini merupakan suatu langkah yang tepat, meskipun waktu pembangunannya sempat tertunda,” kata mantan Danjen Kopassus ini saat ditemui wartawan usai acara peletakan batu pertama pembangunan 300 unit huntap, Minggu (29/9/2019).

Doni juga mengatakan, bahwa lokasi yang ditunjuk sebagai tempat pembangunan huntap ini sangat aman dari ancaman bencana serupa. “Daerah ini relatif lebih aman (dari bencana) dibandingkan daerah lainnya. Dilihat dari struktur alamnya, kalau ada hujan lebat dan terjadi banjir bisa dipastikan lokasi ini tidak akan terdampak karena lolasinya relatif lebih tinggi,” kata Jenderal TNI-AD Bintang Tiga tersebut.

Ia mengungkapkan, sebelumnya BNPB juga sempat menawarkan kepada warga yang terdampak banjir bandang untuk pindah ke tempat yang agak jauh, namun tawaran itu ditolak oleh masyarakat.

“Pernah kita tawarkan, tapi masyarakat menolak. Jadi waktu itu kita juga kerepotan untuk relokasi, tapi syukur lokasi ini diijinkan. Sehingga 300 unit rumah ini bisa mulai dikerjakan,” tuturnya.

Untuk itu, Doni juga berpesan kepada masyarakat yang telah terdata untuk menghuni 300 unit rumah ini agar dapat membantu pihaknya untuk menjaga alam. “Karena lokasinya ini tidak jauh dari Cycloop, apalagi udaranya segar dan temperatur udaranya juga tidak terlalu panas,” pesannya.

Tambahnya, “Itu saja yang kami minta. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang sudah tulus iklas membantu pemerintah, membangunkan rumah bagi warga yang terdampak banjir bandang dan longsor,” pungkasnya. [mir/sn]