Belasan Ribu Rakyat Tuntut Jokowi Turun ke Pegunungan Bintang

OKSIBIL, PapuaSatu.com –  Belasan ribu masyarakat dari 277 Kampung dan 34 distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua memalang Bandara Udara kabupaten Pegunungan Bintang sejak Sabtu 12 mei 2018.

Mereka menuntut agar Bupati Pegunungan Bintang turun dari jabatannya dan meminta kepada Presiden RI Joko Widodo turun ke kabupaten untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di daerah itu.

Aksi protes masyarakat yang membawa puluhan alat perang berupa panah dan parang ini sebagai bentuk kekecewaan masyarakat oksibil kabupaten pegunungan bintang terhadap kepemimpinan bupati yang sudah berjalan selama 2,5 tahun.

Masyarakat menilai bahwa kepemimpinan itu tidak ada pembangunan di kabupaten Pegunungan Bintang, padahal dana APBD Kabupaten mencapai triliunan rupiah dan terserap habis setiap tahunnya.

Dalam orasinya Kris Uropmabin selaku ketua tim pengawal aspirasi masyarakat oksibil mendesak agar bupati oksibil dicopot oleh mendagri, dan juga meminta KPK segera memeriksa bupati karena banyak kasus yang telah dibuat namun lolos dari jeratan hukum.

“Bupati menganggap kami masyarakat yang menuntut hanya segelintir orang  makanya kami datang melakukan aksi ini agar presiden Jokowi dan Mendagri turun ke oksibil untuk mengganti bupati pegunungan Bintang,” desaknya.

Kris juga menegaskan bahwa seluruh lapisan masyarakat baik ASN dan masyarakt di kampung kampung menderita hanya karena ulah bupati yang semena mena melakukan tindakan otoriter dimana memotong anggaran kampung sebesar 15-20 juta per kampong.

“Bahkan bupati melakukan penjukkan proyek hanya orang disekitarnya dan mengganti dengan tidak sesuai prosedur hukum seluruh kepala dinas di oksibil tanpa mekanisme yang jelas”. tegasnya.

Sementara itu kordinator aksi, Yance Taipor yang juga salah satu ASN yang dinonjobkan bupati mengakui bahwa sudah sebulan penuh kondisi pemerintahan di kabupaten pegunungan bintang lumpuh akibat faktor kekecewaan para pegawai negeri dan masyarakat dengan kebijakan bupati yang dinilai otoriter sehingga dirinya dan masyarakat minggu lalu sudah mendatangkan gubernur ke oksibil namun hingga saat ini tidak ada hasil.

“Kami sudah minta Gubernur, Kapolda dan Pangdam datang ke sini (Oksibil) namun tak ada hasil sehingga masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan Provinsi dan mereka meminta agar orang nomor satu jokowi datang bersama KPK dan mendagri untuk periksa Bupati dan gantikan karena masyarakat sudah meletakkan jabatan bupati sejak 12 april lalu dengan membakar rumah bupati,” pungkasnya. [loy]